BOGORCHANNEL.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT Radio Elshinta berkolaborasi dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program promotif dan preventif di bidang kesehatan. Salah satunya melalui kegiatan Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah yang dilaksanakan secara serentak di Kota Bogor, Rabu (26/08/26).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pemerintah yang sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya dalam bidang pendidikan, kesehatan, sains dan teknologi, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas.
“Semangat tersebut sejalan dengan visi Bogor Beres, Bogor Maju untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, sejahtera, serta Kota Bogor yang lancar,” ujar Denny Mulyadi di MAN 1 Kota Bogor.
Menurutnya, kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi berkualitas. Melalui Aksi Bergizi, peserta didik didorong untuk menerapkan pola hidup sehat sejak dini melalui kegiatan senam bersama, sarapan bergizi seimbang, konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, serta edukasi kesehatan.
“Pemerintah Kota Bogor telah menjalankan program pemberian Tablet Tambah Darah bagi remaja putri usia 12 sampai 18 tahun di jenjang SMP dan SMA atau sederajat. Setiap remaja putri dianjurkan mengonsumsi satu tablet per minggu untuk mencegah anemia,” jelasnya.
Ia menambahkan, Cek Kesehatan Gratis Sekolah juga menjadi bagian penting dalam mendeteksi kondisi kesehatan peserta didik sejak dini. Pemeriksaan diberikan kepada siswa kelas 1 hingga kelas 12 dengan meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, tekanan darah, pemeriksaan kesehatan mata, telinga, gigi, kadar gula darah, hemoglobin, hingga kebugaran.
Denny Mulyadi menegaskan, kegiatan CKG merupakan investasi masa depan untuk memastikan anak-anak Kota Bogor tumbuh sehat dan mampu meraih prestasi.
“Melalui deteksi dini, gangguan kesehatan dapat segera ditangani, sehingga tidak menghambat tumbuh kembang dan prestasi belajar anak-anak. Dengan menerapkan pola hidup sehat, aktif bergerak, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin memeriksakan kesehatan, serta disiplin minum Tablet Tambah Darah bagi remaja putri, kita mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, produktif, dan berkualitas,” ujar Denny Mulyadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena, menyampaikan, pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis Sekolah menyasar 701 sekolah/madrasah yang terdiri dari 351 SD/MI, 175 SMP/MTs, dan 175 SMA/SMK/MA dengan total sasaran 227.045 siswa kelas 1 hingga kelas 12.
“Realisasi Cek Kesehatan Gratis tahun 2025 mencapai 115.543 anak atau 61,42 persen. Sementara berdasarkan pembaruan capaian hingga 14 Agustus 2026, sebanyak 65.706 siswa atau 28,9 persen dari total sasaran telah mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan,” ujar Kadinkes.
Erna menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tahun 2025, ditemukan sejumlah kondisi kesehatan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya masalah karies gigi sebesar 48,79 persen, hipertensi dan pra-hipertensi sebesar 24,22 persen, anemia sebesar 16,87 persen, gangguan gula darah sebesar 10,08 persen, gizi lebih dan obesitas sebesar 8,24 persen, serta gizi kurang/buruk sebesar 8,21 persen.
Selain itu, hasil pemeriksaan juga menunjukkan masih tingginya persoalan kurang aktivitas fisik sebesar 70,65 persen dan tingkat kebugaran rendah sebesar 71,4 persen. Gangguan penglihatan, pendengaran, paparan asap rokok pasif, hingga indikasi gangguan kesehatan jiwa juga menjadi bagian dari temuan yang perlu ditindaklanjuti.
“Temuan dari Cek Kesehatan Gratis menjadi dasar dalam menentukan intervensi kesehatan di sekolah. Salah satunya melalui Aksi Bergizi yang berfokus pada pencegahan anemia, peningkatan aktivitas fisik, dan pembiasaan sarapan dengan gizi seimbang,” jelasnya.
Kegiatan ini didukung lintas sektor, mulai dari Bagian Kesra Setda Kota Bogor, Dinas Pendidikan, KCD Wilayah II Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama, Bunda Peduli Stunting, camat, lurah, hingga Tim Pembina UKS/M.
Melalui sinergi pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, guru, orang tua, dan peserta didik, Pemerintah Kota Bogor berharap program Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, serta mendukung lahirnya generasi Kota Bogor yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (*Ist)


