Anggota Dewan Minta Pemkot Segera Buatkan Rusunawa Bagi Ribuan Warga Terdampak Proyek Jalur Ganda Rel Kereta Api


B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Berkaitan dengan rencana proyek jalur ganda pembangunan rel kereta api Bogor-Bandung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, dalam sepekan kemarin terus mensosialisasikan kepada warga terdampak Kota Bogor, sebagian besar warga terdampak merupakan warga Kecamatan Bogor Selatan.

Sebanyak 1.637 bangunan yang akan terdampak proyek tersebut yang rencananya akan dimulai pada 2020 nanti meliputi delapan kelurahan, antara lain Kelurahan Empang sebayak 648 rumah, Kelurahan Cipaku 456, Kelurahan Batutulis 330, Kelurahan Kertamaya 77, Kelurahan Lawang gintung 11, Kelurahan Genteng 32 dan Kelurahan Bondongan sebanyak 27 rumah. Selain wilayah Kecamatan Bogor tengah untuk Kelurahan Gudang sebanyak 56 rumah.

Akibat dampak tersebut, tidak sedikit warga yang berada diatas rel kereta api mengeluh, terlebih belum ada pernyataan sikap serius dari pihak Pemerintah Kota Bogor.

Menyikapi hal itu, anggota DPRD Kota Bogor dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor Sri Kusnaeni pun buka suara.

Menurut Sri, tentang rencana pembongkaran rumah warga yang berdiri di atas lahan kereta api dengan total 1637 rumah, sebagian besarnya di Bogor Selatan, pemkot Bogor agar segera turun tangan ke warga terdampak, selain rencana bagaimana merelokasi nantinya warga terdampak ke tempat yang layak.

“Pemda harus membuatkan semacamĀ  rusunawa untuk keluarga yang rumahnya ikut kena dampak.
Bisa dioptimalkan tanah-tanah aset pemda, nanti pembangunannya kita minta ke kementrian PUPR. Meskipun ini kewenangannya ada di Pemprov, tapi secara khusus untuk warga Kota Bogor,”ujar Sri Kusnaeni, kepada bogorchannel.id, Kamis (12/09/19).

Tambah Sri, dengan merelokasi warga ke rusunawa, diantara kelebihannya adalah warga bisa tetap guyub dengan tetangga-tetangga asalnya, sehingga tidak harus tercerabut dari lingkungan sosialnya.

“Jangan sampai anak anak menjadi korban keterlantaran yang pada gilirannya bisa menjadikan dampak sosial yang lebih parah. Apalagi Bogor sudah punya perda kota layak anak,”katanya.

Lebih lanjut dikatakan Sri, bahwa sebagian dari bangunan terdampak juga salah satunya adalah PAUD. Agar proses belajar mengajar PAUD tidak terganggu, secepat mungkin dicarikan ruang kelas yang memadai. (dr/bc)

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *