Pamong Budaya Desak Gedung Kesenian Dikembalikan Fungsinya


B-CHANNEL, BOGOR–  Sekretaris Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKB), Bambang Sumantri, S.Sos, mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor serius menata Gedung Kesenian dan memperhatikan sarana prasarana khususnya untuk bidang kesenian kebudayaan Sunda yang terletak di Jalan raya Tegar Beriman, Cibinong Kabupaten Bogor, Kamis (12/09/19) sore.

“Kami sudah memanfaatkan Gedung Kesenian untuk kesekretariatan DKP dan Pamong Budaya Bogor yang kondisi sarana dan prasarananya masih terbatas. Bahkan, sampai saat ini kondisinya belum kunjung lebih baik,” ungkap Ki Bambang sapaan akrabnya.

Menurutnya, gedung kesenian belum memadai penerangan dalam gedung maupun di seputar area gedung senilai Rp.8,8 miliar tersebut. Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan lebih fokus mengembalikan fungsi Gedung Kesenian sesuai peruntukannya.

“Kita sudah coba memanfaatkan gedung itu untuk kesekretariatan dan beberapa kali menggelar kegiatan seni dan budaya, namun sarana dan prasarana kurang memadai, ditambah lahan yang ada dijadikan tempat parkir kendaraan” jelas Ki Bambang yang juga Ketua Pamong Budaya Bogor.

Dirinya berharap kepada intansi terkait untuk segera mengumpulkan para seniman budayawan dalam rangka fokus mengembalikan fungsi dan peruntukan gedung kesenian, baik untuk latihan bersama atau setiap kegiatan sanggar sanggar difasilitasi memanfaatkan gedung kesenian.

“Namun, sarana harus perlu di benahi dan menata parkiran yang perlu di koordinasikan. dan juga penerangannya. Banyak yang ingin mengadakan agenda agenda pagelaran pun masih bingung dengan keterbatasan sarana dan koordinasi yang jelas tentang penggunaan gedung kesenian,”imbuhnya.

Ki Bambang Sumantri juga mengimbau kepada seluruh seniman dan budayawan di Kabupaten Bogor, hendaknya jangan diam tapi terus bergerak bersama untuk menjaga, mengembangkan dan melestarikan kekayaan seni budaya adat istiadat yang diwariskan oleh leluhur.

“Kita jangan pernah menunggu support dari pemerintah, tapi kita selalu berinisiatif dalam melestarikan seni budaya dan berkreasi dengan kemampuan masing – masing, serta menyatukan misi pengembangan seni budaya dan adat istiadat peninggalan leluhur,” pesannya.

Humas DKB, Sabilillah menambahkan, Gedung Kesenian Kabupaten Bogor yang diresmikan oleh Bupati Rahmat Yasin pada bulan Juni 2010 silam, kini sudah berubah fungsi dan peruntukannya.

“Konsep awal gedung itu dibangun sebagai gedung kesenian. Tapi dalam perjalanan mulai berubah fungsi menjadi sarana olahraga, tak jarang digunakan untuk ajang pameran  d produk dan otomotif,” ungkap pria yang disapa Ki Sabili

Menurutnya, saat ini peruntukan gedung juga sudah berubah, dijadikan kantor BUMD, lahan parkir, tempat menyimpan gerobak pedagang dan kolam yang terletak didepan gedung menyebabkan aroma tak sedap akibat sampah tak terangkut.

“Sarana prasarana gedung tidak terurus kendati gedung sudah pernah direhab, panggung atraksi sisi kiri gedung penuh alang – alang jadi tempat sarang ular’ weling. Bersyurkur, sukur-sukur seniman dan budayawan ada yang berinisiatif secara swadaya merapihkan panggung atraksi itu,” jelasnya.

Mengenai parkir, lanjut Ki sabiLi, lahan yang ada tidak terurus, minim penghijauan dan kebersihan, diduga ada oknum Dinas Perhubungan yang membiarkan memanfaatkan lahan sebagai tempat  parkir kendaraan.

“Kami tidak pernah menghujat melainkan kritik konstruktif itu penting. Oleh karenanya, kami mendesak kepada 55 anggota dewan buka mata buka telinga dan terjun langsung, ada apa dibalik itu semua,” desaknya. (*)

Foto: Ist

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *