FKUB Kota Bogor Pimpin Deklarasi Komitmen Bersama, Perkuat Kerukunan dan Toleransi Lintas Agama

Screenshot 20261102 184353 1

BOGORCHANNEL.ID– Dialog kerukunan umat beragama yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kota Bogor, menyiapkan agenda khusus yaitu dengan diselenggarakannya deklarasi komitmen bersama tokoh lintas agama.

Hasbulloh, selaku Ketua FKUB Kota Bogor, memimpin langsung deklarasi tokoh lintas agama tersebut.

Dialog Kerukunan Umat Beragama Kota Bogor dihadiri Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat, H. Dudu Rohman, Kepala Kantor Kemenag Kota Bogor, Mahmudi Affan Rangkuti, Ketua FKUB Kota Bogor, tokoh lintas agama dan para penyuluh lintas agama se-Kota Bogor.

Pimpinan hebat adalah yang mampu berkolaborasi untuk masa depan. Manusia Hebat itu bukan yang panda berdebat, atau menunjukkan kehebatan. Tapi yang berjuang dan memberi manfaat bagi orang lain.

Kepala Kemenag Kota Bogor menyatakan kesiapannya mensukseskan menjadi Kota Bogor menjadi Kota yang terbaik se-Indonesia .

Kanwil Kemenag Jawa Barat, H. Dudu Rohman menyampaikan bahwa upaya penguatan kerukunan umat beragama harus diperkuat dengan literasi agama dan keagamaan. Oleh karena itu, Kanwil Kemenag Jawa Barat dalam agenda dialog Kerukunan Umat Beragama, melakukan pelantikan tim Satgas literasi agama dan keagamaan tingkat Kota Bogor.

Salah satu manfaat literasi agama dan keagamaan adalah para ASN kementerian agama menurut Dudu Rohman, memberikan dampak menyeru pada kebaikan, keharmonisan dan kerukunan. Dalam diri manusia harus ada dampak memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, menyeru kepada kebaikan masyarakat serta mengislahkan antara manusia.

“Tokoh lintas agama harus hadir dan mengambil peran, untuk menjalankan tiga fungsi terhadap masyarakat yaitu memberikan kesejahteraan, kebaikan dan mendamaikan masyarakat. Jangan hanya membangun kebersamaan antar tokoh agama, namun harus sampai ada kebersamaan di tengah masyarakat,”ujarnya.

Lanjut dia, antisipasi terkait intoleransi sosial disinformasi digital, pendirian rumah ibadah serta kesenjangan informasi antar generasi. Sehingga kerukunan simbolik yang sudah terbangun harus bertransformasi ke kerukunan substansi.

“Untuk mengatasi kesenjangan informasi antar generasi, dan membentuk kepemimpinan muda lintas agama, maka upaya yang harus dilakukan salah satunya adalah membentuk duta kerukunan di kampus, sekolah dan komunitas lainnya,”tambah Dudu.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Bogor, Hidayatullah menyampaikan bahwa dinamika di Kota Bogor dilihat dari ipoleksosbudhankam, sejak 2025 ada 810 kali unjuk rasa sehingga kalau dirata-ratakan bisa sampai dua kali unjuk rasa dalam satu hari. Ada 28 organisasi kesukuan yang tercatat di Kota Bogor dan Ratusan rumah ibadah yang berdiri di Kota Bogor.

Untuk menangani potensi konflik di Kota Bogor, Kesbangpol Kota Bogor membuat suatu sistem transformasi penanganan konflik berbasis deteksi dini, pemetaan masalah dan kolaborasi.

Indeks Kerukunan Umat Beragama Kota Bogor yang saat ini sudah tercapai, harus kita perkuat. Salah satunya dengan pembuatan aplikasi sipeka (sistem pemetaan keamanan) berbasis data dari RT dan RW se- Kota Bogor. (*Ist)

Comments are disabled