Di Muscab VII Hiswana Migas, Dedie Rachim Tekankan Pentingnya Ketahanan Energi

IMG 20260729 WA0015

BOGORCHANNEL.ID– Musyawarah Cabang (Muscab) VII Hiswana Migas DPC Bogor resmi dibuka, berlangsunh di IPB International Convention Center, Rabu (29/07/26).

Wali Kota Bogor Dedie- Rachim membuka Muscab Ke VII tersebut. Dalam sambutannya, Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepengurusan Hiswana Migas. Sebagai kepala daerah, ia menyebut Hiswana Migas menjadi mitra strategis dalam melakukan komunikasi terkait kebutuhan dan pasokan minyak dan gas di Kota/Kabupaten Bogor.

“Karena tentu pimpinan daerah juga memikirkan stabilitas keamanan, politik, yang ditunjang oleh pasokan migas. Dinamika politik dalam negeri, geopolitik yang terus berubah, tapi tentu faktanya memang Pertamina berhasil memasok migas yang dibutuhkan masyarakat, termasuk Bogor Raya,” ungka Dedie Rachim.

Keberadaan Hiswana Migas, Dedie mengatakan, menjadi mitra strategis dalam membangun komunikasi yang konstruktif untuk memastikan pasokan migas di Bogor Raya dapat terpenuhi.

Sebab, baik Kota dan Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kebutuhan energi cukup tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim juga menyampaikan harapan kepada Pertamina untuk terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan.

Di Kota Bogor, kata Dedie Rachim, terdapat beberapa sektor yang sudah mulai beralih dari energi konvensional ke energi lain, seperti penggunaan panel surya pada gedung Mal Botani. Namun, peralihan tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh, karena masih terkendala infrastruktur dan dukungan yang belum memadai.

“Iya, jadi untuk shifting belum terlalu terakomodir. Karena dengan keinginan kita ini seharusnya pasokan energi konvensional bisa dikurangi dan beralih ke energi lain, sehingga ada ketahanan dan kemandirian energi. Kita bersama-sama membangun energi baru dan terbarukan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim juga menyebutkan bahwa Kota Bogor akan memiliki dua PSEL yang menjadi program Waste to Energy (WtE), yakni pemanfaatan sampah untuk pembangkit tenaga listrik.

“Sehingga ke depan konsep energi baru atau yang terbarukan menjadi strategi nasional untuk kemandirian energi di Indonesia,” ucapnya. (*Ist)

Comments are disabled