Siswa Terlantar, PWI PEKA Buka Kelas Sekolah Darurat di Lokasi Bencana


B-CHANNEL, BOGOR– Tim relawan  Peduli Kemanusiaan PEKA PWI Kota Bogor membuka kelas pengajaran darurat bagi siswa Paud dan SD terdampak bencana banjir longsor, bekerjasama dengan relawan Mahasiswa di lokasi bencana alam Desa Cileuksa, Sukajaya, Kabupaten Bogor.

Untuk diketahui, sejumlah sekolah rusak dan sisanya dipakai menjadi tempat pengungsian korban terdampak  bencana. Akibatnya siswa di desa setempat terganggu proses belajar mengajar.

Siswanya dari PAUD sampe kelas 6 SD,” kata ketua PWI PEKA Kota Bogor, Eko Hadi di lokasi bencana, Selasa (14/01/20).

Eko mengatakan longsor yang terjadi pada Rabu 1 Januari 2020, menimpa SDN 02 Cileksa dengan kondisi sangat rusak. Sedangkan SDN 05 Cileksa akses menuju sekolah itu tertutup material longsor.

Sedangkan untuk SDN 01, 03 dan 04 dijadikan lokasi pengungsian oleh warga yang jadi korban terdampak bencana. Eko menyebut siswa yang ikut belajar di pengajaran darurat PEKA PWI, ada 60-70 siswa terbagi menjadi tiga kelompok.

Kelompok pertama kelas PAUD, kelompok dua untuk kelas 1-3 SD dan kelompok tiga untuk kelas 4-6 SD,” kata Eko.

Dari ketiga kelompok tersebut untuk bahan pelajarannya, Eko mengatakan dibedakan atau disesuaikan dengan kondisi siswa. Untuk kelas PAUD, pelajaran lebih banyak di isi dengan materi ringan dengan membacakan cerita bergambar dan bernyanyi. Untuk kelompok dua di isi pelajaran ringan menghitung dan menghafal, juga disertai cerita atau nyanyi. Lalu untuk kelompok ketiga, pelajaran mencoba disesuaikan dengan pelajaran mereka biasanya.

Jadi sebenernya ini untuk trauma healing juga, namun kan mereka juga harus tetap belajar,” kata Eko menjelaskan.

Eko mengatakan untuk lokal atau gedung tempat belajar darurat PWI PEKA, sementara memakai gedung sekolah SDN 03 yang berada di Kampung Cileksa Tonggoh.

Eko mengatakan sebetulnya ruang belajar memang tidak memadai, sehingga dia pun berharap pemerintah atau relawan berkenan membangunkan sekola-sekola darurat. Eko menyebut PWI PEKA berinisiatif menggelar kelas pengajaran darurat, bertujuan agar siswa tidak terlalu jauh tertinggal pelajaran yang sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir.

Untuk tenaga pengajar kita juga melibatkan adik-adik mahasiswa yang berkenan menjadi relawan,” ucap Eko. (*).

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *