Manfaat Wakaf Nicu dan Picu Sehatkan Ratusan Bayi


B-CHANNEL, PARUNG– Kesehatan merupakan aset kehidupan yang cukup mahal, mengingat biaya pengobatan dan perawatan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun memang ujian dalam bentuk penyakit bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja, tidak memandang usia dan tidak memandang miskin atau kaya. Bagi orang-orang yang berkecukupan, mungkin tidak terlalu masalah mengalokasikan anggaran untuk pengobatan, namun bagi orang-orang yang kurang beruntung dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari saja perlu berpikir keras, sangat berat rasanya mengeluarkan biaya besar untuk anggaran kesehatan.

Berawal dari pemikiran tersebut, Dompet Dhuafa bersama Yayasan Baitul Maal PLN peduli pada kaum dhuafa mengenai masalah kesehatan dan bersinergi untuk melakukan pengadaan alat kesehatan NICU dan PICU. Hal tersebut difokuskan untuk pelayanan kesehatan bagi pasien bayi yang kondisi ekonomi orang tuanya kurang beruntung, namun membutuhkan perawatan intensif sesegera mungkin demi menyelamatkan nyawa dan tumbuh kembang bayi.

“Ruangan NICU (Neonatal Intensive Care Unit) dan PICU (Pediatric Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan yang cukupm vital. Untuk perawatan bayi khususnya, beberapa kasus membutuhkan perawatan dari fasilitas tersebut. Bayi yang lahir dengan kondisi seperti gagal nafas, BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), ataupun bayi premature sangat membutuhkan fasilitas seperti CPAP dan NEOPUFF. Ketersediaan fasilitas tersebut di RS RST Dompet Dhuafa sangat membantu menjaga keselamatan bayi”, ujar Nasyith Majidi sebagai Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Rabu (30/10/19).

“Acara pada hari ini merupakan rasa syukur atas manfaat alat kesehatan tersebut. Sekaligus sosialisasi dan akuntabilitas Yayasan Dompet Dhuafa kepada masyarakat maupun pemberi bantuan,” tandas Nasyith Majidi.

Menurut Salman Alfarisi sebagai Deputi Direktur YBM PLN, “YBM PLN sudah lama bekerjasama dengan Dompet Dhuafa. Semoga kolaborasi ini tidak berhenti sampai disini dan terus berkembang menebar manfaat di masyarakat”.

“Tidak hanya di bidang kesehatan, YBM PLN juga menyalurkan donasi di bidang pendidikan dan pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu. Bantuan-bantuan tersebut kami salurkan dan kolaborasi dengan lembaga swasta maupun pemerintah. Sehingga tepat sasaran dan manfaat serta tidak terjadi penumpukan jenis bantuan yang sama kepada penerima manfaat,”kata Salman Alfarisi.

Salah satu penerima manfaat yang hadir dalam acara tersebut Nunu mengaku bersyukur atas adanya bantuan dari YBM PLN dan Dhompet Duafa, dimana bayinya dua tahun lalu terselamatkan.

“Alhamdulillah, bayi saya terselamatkan dua tahun lalu, padahal saat itu badannya sudah membiru. Saat ini anak saya sehat dan rutin periksa selama dua tahun ini serta gratis tanpa dipungut biaya,”ucap  Nunu,

Untuk diketahui, awal Januari 2016 RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa mendapatkan donasi alat kesehatan dari YBM PLN berupa CPAP dan NEOPUFF yang digunakan khusukan untuk Ruang Perina (Ruang penanganan khusus bayi resiko tinggi pada usia 0-1 Bulan). CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) dan NEOPUFF biasanya digunakan untuk membantu pernafasan bayi. Untuk jumlah penerima manfaat pasien perina di RS Rumah Sehat Terpadu Dompet Dhuafa dari Januari 2016 sampai Oktober 2019 berjumlah 354 bayi dengan penggunaan alat CPAP sekitar 54 pasien rata-rata penggunaan CPAP dan NEOPUFF kurang lebih tiga hari.

Beberapa kasus ekstrim pernah dihadapi oleh tim medis RST Dompet Dhuafa dengan bantuan dua alat tersebut. Seperti kasus lahirnya bayi BBLR dengan bobot hanya 800 gram pada tahun 2017 lalu. Padahal, standar bayi lahir normal ialah bobot 2.500 gram. Dengan dibantu dengan alat CPAP dan NEOPUFF, resiko kematian bayi tersebut dapat diatasi. Hingga akhirnya bayi tersebut terselamatkan setelah proses inkubator selama 10 hari. Para penerima manfaat juga mendapatkan fasilitas tersebut dengan gratis, karena status dhuafa. (*)

Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *