Angkat Isu Halal Global di Webinar International Lecturer Series, Hadirkan Sumber Penting dari Korea

Screenshot 20260529 210431 1

BOGORCHANNEL.ID–  Dalam upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok utama tenaga ahli halal dunia, Fakultas Sosial dan Ekonomi Universitas Teknologi Nusantara (UTN) bekerja sama dengan Islamic World Development Network (IWDN) menggelar International Lecturer Series dalam topik Webinar Internasional bertajuk “Peluang Karir Ahli Halal di Tingkat Nasional dan Global.”

Acara yang berlangsung secara berani melalui Zoom ini menghadirkan sejumlah tokoh penting nasional dan internasional. Berikut pernyataan dari masing-masing sumber kunci.

Pada kesempatan, Muhammad Zeinny H.S., S.E., M.B.A., CHBRP., CTT, Dekan Fakultas Sosial dan Ekonomi UTN sebagai penyelenggara dan Kolaborator, menegaskan komitmen penuh fakultasnya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia halal.

“Fakultas Sosial dan Ekonomi UTN tidak hanya ingin melahirkan lulusan yang siap kerja secara teori, tetapi juga siap menjadi bagian dari ekosistem halal global. Webinar ini adalah bukti nyata bahwa kampus hadir untuk menjawab kebutuhan dunia akan profesional halal yang kompeten, etis, dan berdaya saing lintas negara,”papar Muhammad Zeinny.

Dalam kesempatan lain, Dr. (c) Fakih Fadilah Muttaqin, Presiden Islamic World Development Network (IWDN) sebagai presiden organisasi yang fokus pada pengembangan komunitas Islam dunia, Fakih menyoroti peluang besar bagi diaspora dan profesional Indonesia, “IWDN percaya bahwa dunia sedang membutuhkan lebih dari sekadar label halal. Dunia membutuhkan manusia-manusia yang memahami proses, etika, dan tanggung jawab sertifikasi.

“Indonesia memiliki modal besar jumlah penduduk muslim terbesar, pengalaman panjang, dan sekarang tiba untuk menciptakan ahli-ahli halal yang diakui secara global. Webinar ini adalah pintu masuk awal dari gerakan besar tersebut,”kata dia.

Dalam paparannya juga Prof. Dr. Kim Soo Il, Profesor Emeritus Busan University, mantan Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia dan Timor Leste juga Pemilik Lembaga Sertifikasi Halal di Korea Selatan, sebagai salah satu tokoh kunci yang pernah memimpin hubungan kemitraan dengan Indonesia, Kim Soo Il kini berperan aktif dalam pengembangan sertifikasi halal di Korea,

“Selama saya menjadi duta besar, saya menyaksikan sendiri bagaimana produk halal Indonesia sangat diminati. Namun tantangannya adalah konsistensi dan kompetensi para ahlinya. Kini, saya membangun lembaga sertifikasi halal di Korea karena saya yakin pasar global membutuhkan tenaga ahli yang paham standar internasional sekaligus nilai-nilai lokal. Saya mendukung penuh Indonesia untuk ibu para ahli halal kelas dunia dan saya siap membuka pintu kerja sama,”ungkapnya.

Sementara itu, Dr. Bebeb AK Djunjunan, Kepala Divisi Hubungan Internasional IKA UNPAD & Duta Besar Indonesia untuk Yunani. Dengan pengalamannya sebagai diplomat di kawasan Eropa, Dr. Bebeb menekankan pentingnya diaspora dalam memperkuat ekosistem halal global.

“Sebagai Duta Besar untuk Yunani, saya melihat bahwa Eropa mulai serius membahas sertifikasi halal, tidak hanya untuk produk makanan tapi kosmetik dan pariwisata. Tapi mereka kekurangan tenaga ahli. Inilah emas bagi diaspora Indonesia dan para profesional di tanah air. Webinar ini bukan hanya acara juga biasa-ini adalah titik awal untuk membangun jaringan kerja global berbasis kompetensi dan kepercayaan,”katanya.

Webinar ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru Ahli Halal Indonesia yang tidak hanya bersertifikasi nasional, tetapi juga diakui di berbagai negara. “Dunia membutuhkan profesional halal yang terpercaya. Jadilah Ahli Halal. Ciptakan Dampak Global” (*Ist)

Comments are disabled