Cegah Risiko Bencana Sejak Dini, Dedie Rachim Tekankan Peran Aktif Masyarakat

IMG 20261018 WA00082

 

BOGORCHANNEL.ID– Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa melalui Pelatihan Dasar Tanggap Bencana Periode II GIBAS Kota Bogor Tahun 2026, anggota GIBAS mendapatkan wawasan baru terkait kondisi lingkungan dan alam sesuai dengan realitas yang ada.

Dengan demikian, dalam melakukan mitigasi, penanganan kegawatdaruratan, kesiapsiagaan, dan penanggulangan bencana, para peserta diharapkan sudah memahami standar operasional prosedur (SOP) dalam melakukan tindakan.

Hal tersebut disampaikan Dedie Rachim saat menjadi pembina apel penutupan Pelatihan Dasar Tanggap Bencana Periode II GIBAS Kota Bogor Tahun 2026 di Villa Aryati, Kompleks Villa Bukit Malati Elok, Kampung Sukamulya, Desa Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Minggu (18/10/2026).

“Sebab dalam penanganan bencana ini ada SOP-nya, penanganan bencana ini perlu ada mitigasi kemudian dilakukan pencegahan, tidak hanya ketika sudah terjadi. Tapi yang terpenting adalah bagaimana melakukan pencegahan, meminimalisir risiko-risiko,” ujarnya.

Saat ini, bencana yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh kondisi alam dan lingkungan, tetapi juga dapat dipicu oleh perilaku manusia. Di antaranya adalah kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan, baik ke saluran air, sungai, maupun tempat lainnya.

Untuk itu, Dedie Rachim mengajak GIBAS untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga dan melestarikan lingkungan serta menanggulangi sampah agar dapat menghasilkan peningkatan perekonomian.

Tak hanya itu, pelatihan tanggap bencana ini juga diharapkan menjadi fondasi untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama atas peristiwa bencana yang terjadi di berbagai daerah.

“Beberapa daerah diluar Kota Bogor memiliki potensi bencana yang tinggi. Tentu kita harus juga mempunyai rasa empati kepada daerah-daerah lain. Sehingga kegiatan ini juga menjadi bagian dari kepedulian kita dengan membangun kesiapsiagaan, mentalitas untuk memberikan bantuan kemanusiaan turun ke lokasi bencana,” ujarnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan tahun kedua yang diikuti oleh GIBAS.

“Jadi kami apresiasi bahwa konsistensi terhadap tata kelola kebencanaan GIBAR ikut berperan aktif, proaktif secara konsisten dan terus menerus berturut-turut,” ujarnya.

Sesuai dengan apa yang disampaikan Dedie Rachim, Dimas Tiko mengatakan bahwa pelatihan ini tidak hanya membahas kegawatdaruratan, tetapi juga mitigasi bencana.

Ia berharap keterlibatan masyarakat dapat membantu meminimalkan berbagai potensi bencana melalui mitigasi dan penanganan cepat tanggap saat bencana terjadi.

“Karena ini sangat penting. Masyarakat termasuk GIBAS, maupun masyarakat luas memiliki potensi untuk melakukan mitigasi, dan melakukan respon cepat saat terjadi di wilayahnya,” katanya. (*Ist)

Comments are disabled