B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Untuk mengenalkan Kampung Perca kepada masyarakat luas, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mempercantik dinding Jembatan Penghubung Bogor Ciawi Sukabumi (Bocimi) dengan seni lukis huruf kaligrafi tertuliskan Kampung Perca, lukisan rusa icon Kota Bogor dan lain lain.
Melihat sebelumnya, Jembatan Bocimi tersebut sangat miris dan kotor dengan banyaknya vandalisme tidak karuan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Kini Jembatan itu di sulap menjadi seni lukis yang sangat indah.
“Melihat sebelumnya banyak vandalisme, corat – coret, belepotan dan sebagainya, tidak nyaman di pandang mata. Yang lebih penting adalah bagian daripada sosialisasi kaitan dengan Kampung Perca, Kampung Perca adalah kampung tematik yang sudah di tetapkan oleh Surat Keputusan (SK) oleh Wali Kota Bogor, bahwa kami Kelurahan Sindangsari punya kampung tematik, namanya Kampung Perca,” ungkap Lurah Sindangsari, Dede Sugandi, saat di temui di lokasi, Kamis (09/06/22).
Kemudian, dari hasil musyawarah dengan para pelaku usaha yang berada di sepanjang Jalan Raya wilayah Kelurahan Sindangsari dan pengurus RT/RW, pihaknya sudah melakukan rembukan bahwa untuk sama sama memelihara Jembatan Bocimi supaya terlihat nyaman, bersih, nan asri agar ruh Kampung Perca itu tercipta.
“Jadi harapan kami harus lebih cantik lebih indah, lebih ramah, aman, nyaman tertib dan sama sama memiliki warga masyarakat lingkungan nya,” ucapnya.
“Mural ini mengenalkan Kampung Perca ini ada di Wilayah Kelurahan Sindangsari. Jadi orang tidak bertanya tanya kampung perca dimana ruhnya. Jadi mulai terasa ruhnya dari mulai Kota Bogor ke Wilayah Kelurahan Sindangsari,” tambahnya.
Dede Sugandi, menyampaikan bahwa dengan kaitan dengan seni lukis itu tetap terjaga dari orang yang ingin merusak dinding Jembatan Bocimi dengan vandalisme, ia bersama para RT/RW dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jembatan Bocimi agar selalu memantau keamanan di lokasi agar terjaga dari orang yang tidak bertanggung jawab.
“Kalo sore di jembatan itu dipergunakan oleh PKL untuk mencari nafkah mencari kehidupan, bukan saya mengijinkan, tetapi lebih kepada kebutuhan rumah tangga, selama itu masih bisa menjaga estetika keamanan, ketertiban supaya tidak menjadi keresahan warga masyarakat sekitar. Itu sudah saya tugaskan, bahwa kalo ada yang melakukan vandalisme, tolong di tangkap baik baik, saya pengen ketemu, saya pengen tau biodata nya, Itu sudah sepakat dengan para PKL, dan mereka siap menjaga,” tegasnya.
Disinggung dengan banyak para pemuda yang kumpul – kumpul di Jembatan Bocimi tersebut, Dede Sugandi mengatakan, itu sah sah saja jika ingin menikmati alam, dan itu menurutnya bagian dari konsumen PKL di yang berjualan di Jembatan Bocimi.
“Ya mungkin ada beberapa yang suka nongkrong di jembatan, jika hanya menikmati alam, itu sah sah saja, dan bagian dari konsumen PKL juga, menjadi salah tujuan wisata kampung tematik, saya cukup senang. Tapi jangan melakukan miras, narkoba, tawuran, kemudian vandalisme ya saya tidak mengijinkan,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan, bahwa membuat seni lukis di Jembatan Bocimi itu dari swadaya masyarakat yang menginginkan Kampung Perca itu menjadikan ruh di wilayah Kelurahan Sindangsari.
“Saat ini hanya di jembatan Bocimi dan itupun swadaya masyarakat. Sesuai kebutuhan di wilayah kami, kesepakatan warga masyarakat, jika ada jembatan di wilayah yang lain juga kalo warga masyarakat nya kepingin juga ya kita akan rintis dengan swadaya masyarakat,” pungkasnya. (ER/BC)




No comment