Sepakat! Kanalisasi 2:1 Jalur Puncak Ditunda 


B-CHANNEL, CIBINONG– Badan Pengelolaan Transportasi Jabodetabek ( (BPTJ) telah sepakat menunda penerapan sistem kanalisasi 2:1 di jalur Puncak, Kabupaten Bogor hingga awal Desember 2019, dan akan kembali memberlakukan sistem One Way (Satu Arah) di akhir pekan ini.

Hal itu disampaikan Sekretaris BPTJ, Hindro Surahmat usai menggelar rapat evaluasi kanalisasi 2:1 di ruang rapat Bupati Bogor, Kamis (31/10/19).

“Dalam sistem kanalisasi yang kita terapkan pada Minggu 27 Oktober 2019 kemarin masih belum optimal, karena memang masih ada beberapa persoalan yang belum diselesaikan,” ujar Hindro kepada wartawan.

Ia menerangkan, permasalahan itu diantaranya terjadinya batal naik di beberapa titik ruas jalan Puncak, hambatan samping dari lintas yang masih cukup tinggi seperti masih adanya parkir pedagang kaki lima (PKL) bahkan masih adanya tiang lampu penerangan jalan umum yang berada di ruas jalan.

Selain itu, masih ada juga masa pengerjaan kontruksi jalan pada ruas jalan tersebut oleh kementerian Pekerjaan Umum (PU).

“Dan hal-hal itu sangat mengganggu sekali terhadap kapasitas jalan yang ada, serta penerapan sistem kanalisasi 2:1 pekan kemarin,” katanya.

Menurut dia, dari beberapa temuan telah dirumuskan kembali, mekanisme dan teknis dilapangannya tersebut. Sehingga pihaknya, akan melakukan kembali pelaksanaan kanalisasi itu setelah persoalan tersebut telah di minimalisir.

“Hambatan samping, PKL tiang listrik yang mesti dipindahkan juga, dan Kementerian PU juga sudah melaksanakan mengenai pekerjaan kontruksi jalan yang akan diselesaikan pada 5 Desember 2019 mendatang,” ungkap dia.

Dari hasil rapat evaluasi yang telah dilakukannya bersama dengan Pemkab Bogor dan Kepolisian Resor Bogor itu, kata Hindro, pihaknya akan terus melihat progres kedepan.

“Dan kami akan melakukan rapat kembali bersama stake holder terkait akhir pekan ini, dan merumuskan apakah pelaksanaannya hari Sabtu atau Minggu di awal desember nanti. Dimana, saat penerapan nanti saat pagi hari kita terapkan dulu sistem one way (Satu Arah) dari bawah menuju ke atas saat pagi, baru siang harinya diberlakukan sistem Kanalisasi setelah volume kendaraan tak begitu padat,” jelasnya.

Hindro mengklaim, jika sistem kanalisasi itu diterapkan untuk menjawab keinginan masyarakat yang sudah lebih dari 30 tahun itu dibuat sistem satu arah.

“Sehingga ada segelintir masyarakat yang merasa terganggu dengan sistem satu arah tersebut. Ya itu lah, jawabannya kita membuat kanalisasi 2:1,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Uji coba kedua kanalisasi 2:1 yang semula direncanakan bakal dilanjutkan pada 3 November 2.19 2019 resmi ditunda. Dan kepolisian resor Bogor beserta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor. ( Shr/bc)

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *