B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto menyikapi betul soal rencana pembelajaran tatap muka di Kota Bogor oleh Pemkot Bogor.
Atang menilai, pemerintah kota dalam hal ini perlu mempertimbangkan dengan sangat matang.
Atang menjelaskan, pertimbangan tersebut harus didasarkan pada aspek epidemiologi, kesiapan sarana dan prasarana kesehatan, serta kesiapan penerapan protokol kesehatan di sekolah atau lembaga pendidikan.
Aspek epidemiologi terlihat dari angka penyebaran yang semakin luas dan tren jumlah terkonfirmasi positif yang terus naik.
Dari sisi kesiapan sarana prasarana medis, saat ini ketersediaan ruang perawatan RS sudah hampir penuh, sementara kesiapan penambahan ruang perawatan baru yang perlu waktu. Belum lagi keterbatasan proporsi tenaga kesehatan. Mereka sudah berjuang selama 10 bulan secara terus menerus dan angka belum juga turun.
“Dari dua pertimbangan tersebut, kami menyarankan agar rencana PTM di sekolah ditunda terlebih dahulu beberapa waktu lagi.
“Mungkin nanti di pertengahan semester, bulan Maret baru bisa dilihat lagi kemungkinan pelaksanaannya. Kita berharap sudah mulai turun angka penyebaran covid-19. Terlebih, jika pemerintah sudah menyiapkan vaksin yang memang sudah lulus uji klinis dan teruji keberhasilannya,”kata Atang, kepada bogorchannel.id, Rabu (23/12/20).
Sambil menunggu perkembangan, lanjut Atang, kemunngkinan mulai bisa disiapkan dan di assesment kesiapan penerapan protokol kesehatan di masing-masing sekolah dan lembaga pendidikan. Sehingga pada saat kebijakan PTM sudah dapat diberlakukan, semuanya sudah siap.
(er/bc)




No comment