Ratusan Kader PDIP Kota Bogor Hadiri Haul Bung Karno ke-56, Dadang Danubrata Ulas Perjalanan Hidup Bung Karno

Screenshot 20260622 165253 1

BOGORCHANNEL.ID– Peringatan Haul ke-56 Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Bogor di Majelis Hajar Aswat, Balumbang Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Minggu  (21/06/26) kemarin.

Kegiatan dihadiri ratusan kader PDI Perjuangan bersama warga setempat berlangsung khidmat dan menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani semangat perjuangan Sang Proklamator dalam membangun bangsa.

Kegiatan Haul Sang Proklamator ini di isi dengan rangkaian acara tahlilan, tausyiah, santunan yatim piatu, serta penyerahan Surat Keputusan enam Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kota Bogor, dengan penceramah KH Ade Hidayat.

Kegiatan dihadiri Ketua, Seketaris dan Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Dadang Iskandar Danubrata, Laniasari, Syarif Sastra. Serta, para wakil ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor Iwan Iswanto, Herdyansah, Irvan Noor, Ermy Ruri, hingga Vayireh Sitohang. Juga, Ketua PAC Bogor Barat Ence Setiawan dan jajaran pengurus.

Pada kesempatan, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata mengulas perjalanan hidup Bung Karno, mulai dari masa kelahiran pada tahun 1901 hingga menempuh pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Ia juga menyoroti berdirinya Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1927 yang didirikan Bung Karno dengan ideologi Marhaenisme untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil.

“Bung Karno mendirikan PNI dengan cita-cita membebaskan kaum marhaen dari kemiskinan dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Dadang.

Dalam sambutannya, Politisi PDI Perjuangan yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Bogor itu menyampaikan bahwa Haul Bung Karno bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, haul menjadi momentum untuk membumikan kembali nilai-nilai perjuangan sang proklamator dalam kehidupan berbangsa dan pembangunan daerah.

“Setiap kali bulan Juni tiba, atmosfer Bumi Bung Karno selalu dipenuhi getaran semangat perjuangan. Malam ini kita berkumpul bukan hanya untuk mengenang jasa-jasa besar Bung Karno, tetapi juga memohonkan tempat terbaik di sisi Allah SWT sekaligus membumikan kembali pemikiran-pemikiran besar beliau,” ujarnya.

Menurutnya, warisan terbesar Bung Karno bagi bangsa Indonesia adalah Pancasila. Ideologi tersebut hingga kini menjadi perekat yang menyatukan keberagaman suku, budaya, agama, dan wilayah di Indonesia.

“Dalam sejarah Nusantara, saya kira hanya ada dua gagasan besar yang mampu menyatukan bangsa ini, yaitu Sumpah Palapa Gajah Mada dan Pancasila yang digagas Bung Karno,” tukasnya.

Ditambahkan Dadang, cita-cita besar Bung Karno tidak boleh berhenti pada penghormatan simbolik. Nilai-nilai yang diwariskan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Bung Karno mengajarkan bahwa tujuan akhir perjuangan adalah kesejahteraan rakyat. Karena itu, kita tidak boleh hanya bangga menjadi Bumi Bung Karno, tetapi harus menerjemahkan gagasan besar beliau ke dalam pembangunan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuntas Dadang. (*Ist)

Comments are disabled