Pro Kontra Pembangunan Apartemen Grand Park Pakuan, Warga Tegallega Terpecah Belah

IMG 20190807 WA0018

B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Rencana pembangunan apartemen Grand Park Pakuan berlokasi di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah mendapat penolakan warga. Warga yang menolak memasang sejumlah spanduk di sekitaran lokasi pembangunan apartemen. Namun disisi lain, warga lain yang mendukung pembangunan apartemen malah menurunkan spanduk-spanduk sebagai aksi penolakan, alasannya spanduk bertulisakan provokatif.

“Kita ingin ada kebersamaan dan persaudaraan terjalin di Tegallega ini. Jangan sampai terpecah belah dan terjadi konflik horizontal di wilayah kami karena adanya spanduk spanduk bertuliskan provokatif,” tegas perwakilan tokoh masyarakat, Ferry Rosidin, Rabu (07/09/19).

Ferry bersama seluruh warga di Tegallega sepakat untuk menurunkan spanduk yang terpasang, baik spanduk yang menolak ataupun memberikan dukungan kepada pembangunan apartemen.

Terkait adanya warga yang menolak, Ferry menyarankan agar menempuh jalur hukum sesuai tempatnya, baik menggugat ke pengadilan atau mengadu ke Pemkot Bogor.

“Silahkan tempuh jalur hukum apabila warga mau menggugat. Tetapi jangan membuat konflik disini dengan memasang spanduk provokatif. Ini sudah ada produk hukum yaitu IMB yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot Bogor. Jadi kami sebagai warga hanya mendukung produk hukum yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot Bogor,” tandasnya.

Hal sama dikatakan Ketua LPM Sagala, menurutnya, jika ada warga yang tidak setuju, bisa menempuh jalur hukum. Pasalnya, proses rencana pembangunan apartemen itu sudah berjalan 4 tahun, sampai Pemkot Bogor sudah mengeluarkan IMB. Bahkan kesepakatan juga sudah terjadi, dimana awalnya pembangunan apartemen mengajukan 22 lantai, tapi sudah dipangkas menjadi 8 lantai.

“Kami mengimbau warga mengikuti program Pemkot Bogor. Datangnya investor ke Kelurahan Tegallega sangat membantu warga, baik di bidang ketenagakerjaan dan lainnya. Juga kehadiran investor ini meningkatkan PAD untuk Pemkot Bogor. Jadi kami meminta warga mendukung pembangunan di wilayah,” harapnya.

Semntara tokoh pemuda Tegallega, Robbi Chasan menambahkan, keberadaan spanduk provokatif sangat menggangu ketentraman dan kenyamanan warga.

“Kami menurunkan semua spanduk yang berhubungan dengan rencana pembangunan apartemen. Kami ingin situasi disini kondusif dan aman,” pungkasnya. (*)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *