Polisi Ringkus Pelaku Sodomi dan Pembunuhan di Babakan Madang


B-CHANNEL, BOGOR– Polres Bogor kembali mengungkap kasus tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak, dan kekerasan seksual yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Pengungkapan kasus ini disampaikan Kapolres Bogor AKBP Andi Moch Dicky didampingi Kapolsek Babakan Madang AKP Silfia Sukma Rosa di konferensi pers, Senin (09/0919).

Kasus ini terjadi di Kampung Cijayanti Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor pada tanggal 3 Agustus 2019 lalu, dimana pada saat itu korban seorang remaja laki laki berinisial MM (11) pamit kepada orang tuanya untuk melaksanakan Istighosah, namun setelah malam itu korban tidak pulang. Kemudian tanggal 4 Agustus 2019 korban ditemukan oleh warga sudah terlentang tidak bernyawa di samping rumah warga.

“Setelah ditemukan korban tidak bernyawa maka warga berdatangan dan saksi melihat ada bekas gigitan di tangan korban serta bekas tapak jeratan di leher korban, akan tetapi atas permintaan keluarga korban dan bersikeras keluarga maka dilakukan pemakaman terhadap korban, padahal sebelumnya kepolisian sudah meminta agar korban diautopsi namun ditolak oleh pihak keluarga,”terang Kapolres.

Namun atas dasar permintaan dan laporan dari warga karena dicurigai adanya kemungkinan kematian tidak wajar terhadap korban maka hal tersebut dilaporkan kepada bhabinkamtibmas setempat.

“Kemudian pihak kepolisian melakukan pengecekan TKP dan olah TKP serta mencari saksi, namun setelah 5 hari kemudian pihak keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan bersedia untuk dilakukan otopsi kepada korban,”tambahnya.

Pihak kepolisian, lanjut Kapolres lalu berkoordinasi dengan pihak dokpol forensik untuk melakukan autopsi dan setelah dilakukan otopsi terdapat hasil bahwa korban meninggal dunia dengan tidak wajar.

“Alhamdulillah, kasus ini berhasil terungkap sehingga pada tanggal 3 September pelaku seorang Pria berinisal J (35) berhasil ditangkap di wilayah Garut Jawa Barat Adapun motif dari pada pelaku adalah kekerasan seksual di mana pelaku ini memiliki kelainan orientasi seksual terhadap korban sehingga pelaku sudah melakukan hubungan sodomi selama 3 kali,” tutur Kapolres.

Lebih lanjut, pada hari sebelum korban dibunuh, korban sempat dipertontonkan video porno oleh pelaku. Kemudian pelaku merayu korban untuk melampiaskan nafsu bejatnya.

“Usai melakukan pelecehan seksual kepada korban, selanjutnya korban ingin mengadukan dan melaporkan kejadian pelecehan seksual tersebut, namun untuk mencegah hal tersebut maka pelaku kemudian membunuh korban.

“Pelaku sempat menggigit tangan korban dan kemudian menjerat korban menggunakan kain sarung pada bagian leher sehingga korban kehabisan nafas,”ujarnya.

Atas tindakan tersebut pelaku dijerat dengan Pelaku dikenakan Pasal 30 ayat 3 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP.

Sementara kasus seruap dari data yang diterima oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Sat Reskrim Polres Bogor terkait Kasus Kekerasan Seksual diantaranya Pada Tahun 2016 Laporan Polisi yang diterima sebanyak 144, Tahun 2017 sebanyak 96, Tahun 2018 sebanyak 97 dan pada Tahun 2019 sebanyak 55 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak. (*)

Hukum dan Kriminal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *