Menilik Pemuda Harapan Bogor Bentuk Koperasi Digital Marketing di Era Industri 4.0

IMG 20211025 WA0012

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Guna mengakomodir Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UKM) di Kota Bogor, para pemuda tergabung dalam Organisasi Pemuda Harapan Bogor (PHB) bergerak menciptakan wadah peluang kerja berbasis digital marketing di era Industri 4.0.

PHB dibentuk tahun 2017 gagasan Irpan Effendi. Sebelumnya nama PHB sendiri adalah Pemuda Harapan Baru dengan cakupan lingkungan sekitar. Namun, dengan telah berganti nama yaitu Pemuda Harapan Bogor jangkauannya lebih luas.

Terbaru ini, PHB tengah mematangkan pemasaran produk melalui sistem digital marketing dengan membentuk sebuah koperasi, diberinama, Koperasi Pemuda Harapan Bogor (KPHB) yang diharapkan dapat menciptakan dan menjaga regulasi harga yang stabil di basis e-commerce.

Irpan Efendi selaku motor organisasi PHB saat ditemui media membeberkan pembentukan koperasi yang didalamnya mayoritas para pemuda yang berasal dari beragam profesi, adapun pelajar yang ia rekrut untuk diasah terampil dengan bagaimana cara agar dapat menjadi pelaku usaha.

Lenjut Irfan berharap dibentuknya koperasi Pemuda Harapan Bogor tak lain bertujuan menjadikan para pemuda atau pelaku IKM dan UMKM lebih membuka mata terhadap peluang digital marketing.

Irfan juga Ketua Umum Koperasi PHB ini menjelaskan, bahwa Koperasi akan dibuat secara ekosistem digital marketing, berfokus pada penjualan produk lokal daerah khususnya di Kota Bogor dan menciptakan budaya etnosentrisme, yakni budaya yang saling mensupport antara IKM dan UMKM termasuk saling mendukung produknya.

“Melalui ini juga kami bersama membantu mensejahterakan IKM dan UMKM yang tergabung di Koperasi PHB dan berharap pemerintah dapat mendukung dan terus menggalakan produk lokal daerah yang kian hari semakin terkikis oleh produk impor,” harap Irfan ditemui Senin (25/10/21).

Menurut Dosen di Institute Bisnis dan Informasi (IBIK) Universitas Kesatuan sekaligus Entrepreneur di SumberMarket.com, pemasaran IKM dan UMKM saat ini terutama dimasa pandemi telah mengalami penurunan yang sangat drastis, salah satunya dari segi omset lantaran banyaknya produk dari luar negeri alias impor yang mematikan harga pasaran dibanding harga produk lokal daerah.

Contohnya, ada sebuah produk dari luar diberi harga Rp 2 ribu, padahal harga pasarannya sekitar Rp 10 ribu. Tentu, harga pasar produk impor ini akan mematikan pengusaha-pengusaha yang sudah lama bergerak dibidang produk tersebut. Melalui koperasi ini kami berupaya untuk menstabilkan harga IKM dan UMKM dalam menekan kesenjangan harga tersebut.

“Jadi, masyarakat yang bekerjasama dengan Koperasi Pemuda Harapan Bogor selain menjadi gerai penitipan penjualan, anggota PHB juga akan diberikan pelatihan digital marketing agar bisa membantu penjualan IKM yang ada di koperasi lewat e-commerce,” jelas Ipank nama panggilan.

Kabid Koperasi Diskop UKM Kota Bogor Ali Susanto ditemui saat kunjungan ke Sekretariat PHB mengapresiasi dibentuknya Koperasi PHB untuk membantu para pelaku IKM dan UMKM yang ada di Kota Bogor.

“Tentu kami mendukung PHB dalam membentuk koperasi ini karena memang di era digital sekarang, hampir semua pemasaran dilakukan secara online mulai dari bentuk promosi sampai penjualan.

“Mudah-mudahan setelah dibentuknya Koperasi PHB nanti bisa lebih membantu mensejahterakan IKM dan UMKM, termasuk membantu darisegi penjualannya. Bahkan, kalau bisa dibentuk juga koperasi Unit Simpan Pinjam (USP) biar ada korelasinya,” harapnya.

Organisasi kepemudaan PHB kini berjumlah 100 orang lebih. Anggota ini berdomisili di Kota Bogor. Bagi siapapun yang ingin bergabung, bisa mendatangi langsung Sekretariat PHB Jalan Cibereum Sunting RT 02 RW 08, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan.

(ER/BC)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *