BOGORCHANNEL.ID – Peredaran narkotika bukan sekadar kejahatan jalanan. Di balik paket-paket yang berpindah tangan, ada jaringan yang bekerja secara terstruktur dan mencari celah untuk menjadikan masyarakat sebagai pasar.
Karena itu, Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya memberikan apresiasi kepada Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Ali Jupri bersama jajaran Satresnarkoba atas gerak cepat dalam mengungkap dugaan jaringan peredaran narkotika antarprovinsi dengan modus pengiriman melalui paket ekspedisi.
Ketua KPP Bogor Raya, Beni Sitepu, menegaskan bahwa langkah cepat kepolisian tersebut patut diapresiasi dan harus menjadi momentum untuk membongkar jaringan hingga ke aktor yang diduga berada di balik peredaran barang terlarang tersebut.
“Kami apresiasi gercep Kompol Ali Jupri dan seluruh jajaran Satresnarkoba Polresta Bogor Kota. Ini bukan pengungkapan kecil. Barang bukti ganja 18,05 kilogram menunjukkan betapa seriusnya ancaman peredaran narkotika yang harus kita lawan bersama,” tegas Beni Sitepu, kepada media, Rabu (9/09/26).
Dalam pengungkapan tersebut, polisi menyita 18,05 kilogram ganja kering dan 1.000 butir obat keras terbatas jenis Double L.
Saat penggeledahan, petugas menemukan satu peti kayu berisi 17 bungkus besar ganja kering yang dililit lakban cokelat dengan total berat 18,05 kilogram. Polisi juga menemukan 1.000 butir obat keras terbatas jenis Double L di dalam jok sepeda motor yang digunakan tersangka.
Berdasarkan hasil interogasi awal yang disampaikan, tersangka berinisial MDF mengaku diperintah seseorang berinisial YR alias W untuk mengambil dan menyimpan paket sebelum diedarkan kembali. MDF disebut dijanjikan upah Rp3,5 juta.
Beni Sitepu meminta kepolisian tidak berhenti pada penangkapan pelaku yang berada di lapangan.
“Kami berharap Satresnarkoba terus mengembangkan perkara ini. Jangan berhenti di pelaku lapangan. Kalau benar ada pihak yang memerintahkan, bongkar siapa pemasoknya, siapa pengendalinya, dari mana barang itu berasal, dan ke mana jaringan tersebut akan mendistribusikannya,” ujar Beni.»
Menurutnya, jaringan narkotika harus diputus dari hulu hingga hilir. Penangkapan kurir atau pelaku lapangan penting, tetapi pengungkapan jaringan yang lebih besar jauh lebih penting agar mata rantai peredaran narkotika benar-benar terputus.
“Bogor jangan sampai menjadi tempat transit sekaligus pasar bagi jaringan narkotika. Kami mendukung penuh aparat kepolisian untuk mengejar jaringan besarnya,” tegasnya.
Beni juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan narkotika. Informasi dari masyarakat, menurutnya, dapat menjadi bagian penting dalam membantu aparat mengungkap jaringan peredaran narkotika.
“Ini perang bersama. Polisi bergerak, masyarakat harus ikut membantu. Jangan beri ruang bagi bandar dan jaringan narkotika untuk merusak generasi muda,” kata Beni.
KPP Bogor Raya menegaskan dukungannya terhadap upaya pemberantasan narkotika dan berharap Satresnarkoba Polresta Bogor Kota terus mempertahankan respons cepat serta memperluas pengungkapan hingga ke jaringan yang lebih besar.
“Sekali lagi, kami apresiasi Kompol Ali Jupri dan jajaran. Gercep seperti ini harus terus dipertahankan. Tangkap pelakunya, bongkar jaringannya, dan putus mata rantainya,” pungkas Beni Sitepu. (*Ist)

