Ini Langkah Strategis Disparbud Kota Bogor Dongkrak Daya Tarik Wisatawan Ke Museum Pajajaran Batutulis 

IMG 20260723 WA0005 scaled

BOGORCHANNEL.ID– Upaya dan langkah strategis guna mentranformasi Museum Pajajaran di Batutulis, Kota Bogor menjadi destinasi wisata sejarah unggulan sekaligus pusat edukasi kebudayaan Kerajaan Sunda bagi masyarakat luas dan generasi mendatang terus dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor.

Kepala Disparbud Kota Bogor Firdaus menegaskan, bahwa pihaknya saat ini terus mempercepat langkah pembenahan dan pengembangan kawasan bersejarah Museum Pajajaran.

Firdaus mengatakan, pembenahan Musium Pajajaran akan dilakukan secara menyeluruh, antara lain mencakup peningkatan sarana dan prasarana, pengadaan benda-benda koleksi bernilai sejarah tinggi, hingga kepastian alokasi anggaran dukungan dari pemerintah pusat. Semua itu, dilakukan guna menopang peningkatan sektor perekonomian dari wisatawan yang berkunjung ke Musium Pajajaran.

Kembali Firdaus menegaskan bahwa pengembangan museum tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dan komitmen nyata pemerintah daerah dalam merawat akar peradaban dan identitas lokal di Jawa Barat.

​“Sebagai ikon penting bagi masyarakat Bogor khususnya dan Jawa Barat pada umumnya, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk memastikan Museum Pajajaran ini menjadi sarana edukasi yang menginspirasi bagi generasi masa depan,” ujar Firdaus saat memberikan keterangan kepada media di helatan Press Gathering di Musium Pajajaran, Rabu (22/07/26).

​Firdaus juga menjelaskan, penataan terpadu di kawasan Batutulis sebenarnya telah diawali melalui sejumlah tahapan progresif. Mulai dari renovasi cungkup Prasasti Batutulis, penyelenggaraan Pameran Jejak Batutulis berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan, hingga pembukaan ruang tata pamer yang saat ini telah memajang sebanyak 103 koleksi benda bersejarah.

Selain itu kata Firdaus, benda-benda koleksi tersebut dihimpun dari berbagai sumber tepercaya, meliputi 50 koleksi dari masyarakat dan kolektor independen, 34 koleksi dari Kementerian Kebudayaan, serta 19 koleksi milik Pemkot Bogor.

“Daya tarik Museum Pajajaran dipastikan kian memikat dengan hadirnya deretan koleksi bernilai tinggi hibah dari keluarga maestro pelukis legendaris Indonesia, Basuki Abdullah. Selain, koleksi masterpiece yang mencakup lukisan asli Bung Karno, lukisan Prabu Siliwangi, arca peninggalan era Kerajaan Tarumanegara, golok berukuran besar, hingga tongkat asli Prabu Siliwangi,”jelas Firdaus.

Bukan hanya itu, bahkan, seluruh artefak langka dijadwalkan menempati area khusus di Ruang Siliwangi sebagai pameran utama museum.

​Dalam rencana jangka pendek, Disparbud Kota Bogor juga tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Keraton Sumedang Larang untuk pembuatan replika pusaka peninggalan Kerajaan Sunda.

Sementara dalam peta jalan jangka menengah, Pemkot Bogor menargetkan penyempurnaan fasilitas fisik secara menyeluruh agar Museum Pajajaran berhasil memenuhi kualifikasi standar Museum Nasional dalam kurun waktu dua tahun ke depan.

“Komitmen Pemkot Bogor dalam merevitalisasi kawasan heritage ini mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Proposal alokasi anggaran yang diajukan Disparbud Kota Bogor secara resmi disetujui oleh Kementerian Kebudayaan dengan mengucurkan dana bantuan sebesar Rp13,5 miliar, yang rencananya mulai direalisasikan pada kurun September hingga Oktober 2026,” harapnya.

​Suntikan dana pusat tersebut diprioritaskan untuk penataan interior tata pamer modern, renovasi sistem pengamanan museum, serta pembangunan fisik berupa menara pengawas dan pagar pembatas kawasan setinggi dua meter.

Pembangunan aspek keamanan ini dinilai vital guna menjamin keselamatan seluruh aset berharga negara sebelum pengerjaan interior utama dituntaskan secara menyeluruh. (*Ist)

Comments are disabled