Efek Jera Bagi Sang Penjual Miras Ilegal, Tim Puma Amankan Lima Orang Pelaku dan Sita Ratusan Botol Miras


B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kota Bogor rupanya tak main-main dalam melakukan penegakan peraturan daerah (Perda) nomor 8 tahun 2016 tentang ketertiban umum (Tribum), terlebih menyangkut peredaran minuman beralkohol ilegal. Hal itu dilakukan Satpol PP pasca digulirkan program Zero Minol Ilegal ( Zombi) Kota Bogor.

Satpol PP dibawah komando Herry Karnadi, kemarin, telah berhasil menyita 113 botol minuman keras berbagai jenis dan merk di sejumlah titik kawaaan Kota Bogor. Penyitaan dalam rangka giat razia tersebut dilakukan Tim Pemburu Minuman Keras (Puma). Diketahui Tim Puma bentukan daripda Satpol PP Kota Bogor yang terdiri dari petugas gabungan.

Kepala Satpol PP Kota Bogor Herry Karnadi didampingi Kabid Gakperda, Danny Suhendar mengatakan, kegiatan penertiban dalam rangka operasi bagian dari implementasi program Zombi. Kegiatan dengan pola baru dilakukan oleh Tim Puma.

“Biasanya razia hanya dilakukan dengam pengamanan barang buktinya saja berupa botol-botol miras, tapi kali ini, melalui tim Puma, kami, selain menyita dan mengamankan miras juga diikuti dengan penyegelan tempat usaha dan pemeriksaan pemilik usaha untuk selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan untuk sidang tlima pelaku penjual miras ilegal, dilakukan pendataan, lebih dulu pemanggilan di Mako Satpol PP oleh PPNS. Yang mana, untuk pemberkasan sidang tindak pidana ringan oleh hakim pengadilan Negeri Bogor, itu dilakukan tiga hari setelah BAP diproses lengkap oleh PPNS dan diserahkan ke Kejaksaan Kota Bogor dengan sanksi bayar denda maksimum 50 juta dan kurungan tiga bulan.

Ia berharap, upaya razia untuk menjadikan Kota Bogor menuju kota Zombi-Zero minuman beralkohol ilegal dan jauh dari zona sekolah. Disamping para pelaku jera dan tidak lagi menjual minuman keras, dan bisa mengembalikan fungsi jalan atau trotoar dan taman sebagai sarana umum dan ruang publik, mengeliminir tingkat kriminal dan kejahatan, aksi tawuran antar pelajar, serta terwujudnya ramah keluarga dan ramah lingkungan sekitarnya.

“Razia kedepan akan berlanjut berkesinambungan agar tercipta Kota Bogor yang aman, tertib, nyaman dan kondusif,”pungkas Herry. (dr/bc)

Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *