B-CHANNEL, SUKARAJA– Resah dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan, warga Kampung Sukaraja, RT 06, RW 05, Desa, Cikeas Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor ciptakan inovasi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) dengan menggunakan Insinerator atau tungku pembakaran sampah mellaui (oven).
Dalam pengelolaannya, mereka bersama sama menggarap sampah yang bersumber dari warga tersiri 6 Rukun Tetangga (RT) di lingkungan RW 05.
Mursyid adalah satu dari rekan warga lainnya yang saat ini tengah menekuni pengelolaan sampah sistem oven tersebut. Menurut Mursyid, dengan alat manual sistem oven itu sampah basah yang sudah dipilah dalam 1 jam cepat terbakar.
“Nah ini kan sistemnya seperti oven. Jadi sampah basahpun dalam satu jam bisa kering. Dengan kapasitas dua tungku, insirator ini mampu menggarap sampah hingga 1 ton dengan waktu setengah hari atau sekitar 6 jam lebih,”jelas Mursyid juga Kepala Pengelola TPST Sukaraja.
Mursyid mengatakan residu hasil pembakaran yang berupa abu bisa diubah menjadi batako, papinblok atau dijadikan campuran untuk media tanam.

“Abu atau residu dari pembakaran itu bisa dimanfaatkan untuk pembuatan batako, papinblok dan banyak juga yang memanfaatkan untuk campuran media tanam. Sampah organik bisa kita jadikan pupuk cair atau kompos. Kalau sampah pempers bisa kita ubah jadi pot tanaman.
Presentase hasil residu, tercatat, dari 1 grobak sampah penuh akan berubah menjadi 1 pengki residu atau 1 grobak penuh sama dengan 5 % abu residu,”terang Mursyid, Jumat (10/07/20).
Bersama enam pengelola lainnya, Mursyid mengungkapkan, tak mudah bagi mereka membangun dan menyadarkan para warga untuk mengubah kebiasaan lamanya. Namun seiring berjalan waktu wargapun mulai tertarik dan mulai sadar.
“Bermula konsentrasi pengarapan hanya terpusat 2 RT dan kini TPST Sukaraja ini sudah bisa menggarap sampah 1 RW yang terdiri dari 6 RT,”tuturnya.
Sementara untuk mendorong agar program berjalan, mereka kenakan tarif 20 Ribu rupiah setiap bulan untuk setiap kepala keluarga. Dana yang terkumpul akan di gunakan sebagai gaji bagi para pengelola, biaya pemeliharaan juga sesekali mereka sumbangkan untuk kegiatan amal di masyarakat.
Mursyid dan para pengelola akan terus memperbaiki kinerja juga kedepannya akan membuka pelatihan bagi siapa saja yang ingin belajar membuat TPST serupa bagi daerahnya.
Reporter: Rifai Malik




No comment