Desember Ini Dana Kerohiman Proyek Double Track Cair


B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Tim terpadu gabungan dari Balai teknik perkeretaapian wilayah Jawa Barat dan Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP), melakukan pendataan, validasi dan verifikasi pada warga terdampak proyek rel ganda Bogor-Yogyakarta. Tim bekerja melakukan pendataan sekaligus memberikan tanda nomor terhadap bangunan bangunan baik rumah rumah warga dan bangunan usaha milik warga.

Beberapa wilayah kelurahan di Kota Bogor yang terkena dampak sudah di verifikasi dan validasi dengan tanda khusus dari tim, diantaranya Kelurahan Paledang, Gudang, Empang, dan Batutulis. Tim saat ini sedang mendata dan menandai bangunan milik warga di Kelurahan Lawanggintung, Cipaku, dan Kertamaya.

Penanggung jawab tim tanah Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat, Joko Sudarso mengatakan, sosialisasi sudah dilaksanakan dan sekarang dilakukan validasi dan verifikasi.

“Jadi yang dilakukan adalah pendataan ulang warga terdampak untuk memastikan bahwa data data yang diperoleh betul betul dimiliki warga terdampak. Dilanjutkan nanti langsung oleh pengukuran atau penilaian oleh pihak Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP).

“Selanjutnya hasil penilaian KJPP diserahkan kepada tim terpadu untuk mendapatkan penetapan dari Gubernur Jawa Barat. Kemudian di sosialisasikan kembali kepada warga terdampak soal nilai dana kerohiman,” kata Joko.

Joko memperkirakan, dana kerohiman bagi warga terdampak proyek rel ganda bisa keluar sekitar Desember mendatang. Untuk verifikasi dan validasi dijadwalkan selesai hingga akhir Oktober nanti kepada warga terdampak di Kota Bogor.

“Desember sudah keluar nilai dana kerohiman dan bisa di proses untuk pencairan,” ungkapnya.

Soal dana kerohiman, Joko menjelaskan bahwa ada empat kategori dana kerohiman, diantaranya biaya bongkar, biaya mobilisasi, biaya mengontrak selama satu tahun dan biaya penggantian bagi warga pemilik usaha. Kategori yang mendapatkan dana kerohiman hanya bagi warga yang sudah tinggal melebihi 10 tahun. Setelah dilakukan pendataan, mayoritas semua warga sudah tinggal melebihi satu tahun, bahkan banyak warga yang tinggal sejak jaman Belanda dan turun temurun menempati lahan milik Direktorat Perekretaapian.

“Ada empat kategori dana kerohiman. Setelah verifikasi dan validasi serta penandaan bangunan, baru diketahui, setiap warga masing masing mendapatkan dana berapa. Itu pihak KJPP nanti yang menilainya,” tandasnya. (*)

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *