B-CHANNEL,KOTA BOGOR– Gelombang penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Indonesia Pancasila ( RUU HIP) kian membludak. Penolakan ini pun datang dari ribuan anggota ormas dari berbagai elemen dengan menggelar aksi unjuk rasa di Tugu Kujang pada, Kota Bogor, Jumat ( 03/07/20).
Pantauan bogorchannel.id pada pukul 13:00 massa sudah mengular di Tugu Kujang. Sebelum beraksi para demonstran ini terlebih dahulu memanjatkan doa. Barulah setelah itu mereka menyanyikan lagu pancasila.
Dalam aksi unjuk rasa itu mereka juga memakai masker juga memakai sarung tangan. Sayangnya para pengunjuk rasa, tidak menjaga jarak.
Salah satu peserta aksi demo Mince (25 ) juga turut menyuarakan ketidak sukaannya untuk mendukung RUU ini. Mince bersama ribuan demonstran lainnya juga meminta agar pemerintah segera untuk menghentikan pembahasan RUU ini. Ribuan peserta itu kata dia sudah sepakat untuk menolak RUU, usulan dari DPR RI ini.
“Kami meminta agar RUU ini tidak disahkan, kami minta dibatalkan kami tidak minta untuk ditunda. Selain itu kami juga meminta agar PKI dibubarkan dan juga menolak keberadaan pki, setuju..setuju, “ujar dia ditimpali demonstran lainnya.
Menurut dia PKI saat ini sudah ada di Indonesia, pki itu sudah bangkit. Ciri-ciri kebangkitan PKI itu pun kini sudah mulai terlihat dengan cara membuat ide-ide yang tidak sesuai pancasila. Paling parahnya mereka sudah berhasil mempengaruhi pemikiran para pejabat yang ada di pemerintahan.
“Kami pada intinya menolak disahkannya RUU HIP. kami tidak meminta ditunda tapi harus dibatalkan. Selain PKI bisa mempengaruhi pikiran pemerintah pki juga sudah duduk dibangku pemerintahan. Jika tidak segera dibatalkan maka kami tidak akan tinggal diam, “ujar ibu rumah tangga ini.
Jika pemerintah bersama DPR RI nantinya tidak mau untuk membatalkan RUU ini maka dia bersama demonstran lainnya pun mengancam akan terus datang untuk menggelar aksi demo. Bahkan sampai titik darah penghabisan dia bersama teman-temannya akan tetap berunjuk rasa.
“Sebelum mati kami ingin berjuang untuk anak cucu. Kami ingin melawan pki. Untuk mengusir pki maka yang dibutuhkan adalah keberanian dan tidak boleh tidur. Kami juga mengimbau kepada yang beragama islam lainnya untuk ikut memerangi pki, “imbau perempuan berkacamata ini.
Oleh karenanya masyarakat pun diajak bersatu untuk melawan PKI Sebab kata dia, PKI bukan hanya musuh umat islam saja melainkan musuh bersama. Dia juga mengaku heran terhadap kebangkitan pki. Menurut dia Indonesia adalah bangsa yang besar tapi mengapa pki justru bisa ada di Indonesia?.
Dia pun memastikan, jika RUU ini terap disahkan maka nantinya anak cucunya yang dipastikan akan jadi korban. Selain itu dipastikan juga mereka tidak bakal mengenal Tuhan justru akan jadi atheis.
“Kita bisa berani tapi belum tentu anak cucu kita akan berani dan memiliki akhlak yang juga berani untuk melawan pki. Pada intinnya kami tetap meminta agar RUU ini dibatalkan sebab akan dapat merusak, “pintanya.
Sebelumnya Dalam aksi itu para demonstran akan menyuarakan empat tuntutan. Tuntutan utama yang mendesak yang akan disuarakan dalam aksi kali ini adalah menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila ( RUU-HIP) menjadi Undang-Undang. Para demonstran ini juga meminta RUU ini “dibuang†dari Program Legislasi Nasional ( Prolegnas).
Kordinator aksi demo Subhan Murtadla menyatakan, jika RUU ini disahkan maka ini akan berdampak negatif dan bisa menimbulkan perpecahan serta juga dapat menyakiti hati rakyat.
“Itu alasan mengapa kami mendesak agar wakil rakyat di DPRD ikut menyuarakan penolakan terhadap RUU HIP ini, “kata Subhan, ketika dikonfirmasi bogorchannel.id pada Kamis (02/07/20 ) kemarin.
Reporter: Febri DM.




No comment