Alami Keretakan, Kualitas Jalan Transyogi Dipertanyakan

IMG 20190306 WA0033

B-CHANNEL, JONGGOL– Jalan Transyogi Jonggol-Cariu menjadi keluhan para pengendara yang melintas, dikarenakan kondisi jalan tersebut mengalami keretakan yang akan membahayakan para pengemudi kendaraan, terutama pengendara roda dua.

Bukan hanya keretakan, namun jalan tersebut disejumlah titik rusak dan berlubang. Hal tersebut membuat sejumlah masyarakat mempertanyakan kualitas Jalan Transyogi, dimana jalan yang memiliki kemiringan (tanjakan) tajam.

Jalan Transyogi tersebut menjadi penghubung beberapa Kabupaten, Bogor, Cianjur dan Karawang.

“Kita pertanyakan kualitas jalan Ttansyogi ini. Kini kondisi jalan sudaj mengalami kerusakan, namum belum ada perbaikan. Ini kan sangat membahayakan penhendara, khususnya motor,”kata salah seorang warga sekitar, Rabu (06/03/19).

Menurut Ketua LSM Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPKP2HI) Djarkasih, bahwa Dinas Binamarga Jawa Barat memiliki ahli untuk mengatasi kondisi tanah tersebut.

“Masa tanah labil jadi suatu alasan? Kan sebelum pembangunan jalan bahkan dalam perencanaan harus ada sondir pada tanah, kalo tahu kondisi tanah itu labil kenapa harus dipaksakan. Dengan begitu tiap tahun pasti ada anggaran untuk perbaikan, apa memang perencanaan nya begitu,?”ungkapnya.

“Kalo begitu ada kesalahan dalam perencanaanya dong?”sambungnya.

Bahkan setiap setelah ditambal, lanjutnya, hasilnya bergelombang, hal ini sangat merugikan para pengguna jalan, rawan kecelakaan sudah pasti.

“Jadi harap Dinas Binamarga memperbaiki jangan setengah hati, kalian mengelola uang rakyat. Dan rakyat berhak mendapat jalan yang bagus, bukan jalan yang berlubang,” tandasnya.

Dikonfirmasi, Staff BPJ wilayah I Dinas Binamarga Jawa Barat Sandi menjelaskan, untuk kerusakan jalan, saat ini pihaknya mulai memperbaiki, dengan menambal sulam menggunakan hotmix.

“Memang sudah masuk dalam schedule kami memperbaiki jalan tersebut, hanya karena keterbatasan seperti produksi AMP yang tidak setiap waktu ada maka kami baru dapat mengerjakannya sekarang,” kata Sandi melalui telepon selullarnya.

Sandi juga menjelaskan kondisi jalan tersebut memang memiliki kontur tanah yang labil.

“Memang untuk lokasi tersebut, kondisi tanahnya labil. Padahal sudah pakai beton, yang seharusnya dapat lebih kuat dari hotmix, tapi masih juga pecah. Apalagi kalo pakai hotmix. Hanya saya pribadi tidak tahu jelas kapan waktu pembangunan jalan tersebut,”pungkasnya. (*)

 

 

 

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *