Ajak Masyarakat Peringati Hari Pahlawan, Dompet Dhuafa Gelar Acara Produktif di Panggung Pentas Kreativitas


B-CHANNEL, BOGOR– Dompet Dhuafa memperingati Hari Pahlawan 2019 dengan melaksanakan kegiatan produktif, rekreatif dan komprehensif serta solutif, yaitu meluncurkan rumah kopi madaya dan panggung pentas kreativitas di Zona Madina, bertempat di Parung, Bogor, Minggu (10/11/19).

Panggung pentas kreativitas menjadi pelengkap dari sebuah gerakan zakat, bahwa zakat tidak hanya mengurusi aspek pendidikan, ekonomi, kesehatan dan dakwah tapi zakat bisa masuk di aspek budaya. Sehingga panggung pentas kreativitas menjadi tempat kreatifitas hingga pementasan seni budaya dari penggiat kebudayaan yang berada disekitar Zona Madina dan sekitarnya.

Panggung Pentas Kreativitas yang dinamakan Rumah Budaya Djampang ini diharapkan memberikan kesempatan mengembangkan pelatihan-pelatihan budaya untuk sesama, masyarakat, orang asing dan diaspora Indonesia, dan menciptakan agen-agen peduli budaya Indonesia (influencer).

Parni Hadi selaku Inisiator, Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa mengatakan banyak cara memperingati Hari Pahlawan ada yang mengenang, mendoakan, dan yang penting melanjutkan dan mewujudkan cita-cita mulia Pahlawan.

“Jika anda hargai hari Pahlawan maka Kenang, doa dan wujudkan. Budaya bukan hanya kesenian, budaya seluruh aspek kehidupan manusia berlaku. Maka hari ini peresmian Panggung Pentas Kreatifitas di Rumah Budaya, saya masukan zona ini, zona berbudaya yang mempunyai makna berbudaya itu berperilaku yang untuk mempertahankan hidup meningkatkan kualitas hidup, mempertahakan surfival dan meningkatkan kualitas hidup dengan pendekatan etika dan estetika,”kata Hadi.

Lanjut Hadi mengatakan, sering kali orang terjebak budaya adalah kesenian dan tari menari, tetapi bukan satu satunya yakni tata krama, berpikir kreatif, kritis dan disiplin yang harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

“Maka kita memperingati Hari Pahlawan dengan kegiatan produktif, produktif, mengenang dan mendoakan. Pahlawan dahulu telah berhasil mengusir penjajah asing namun pada sekarang kita belum berhasil penjajahan ekonomi kemiskinan, orang dhuafa masih dijajah kemiskinan dan Dompet Dhuafa harus tampil dengan multi displin untuk bebaskan kaum dhuafa dari penjajahan kemiskinan,”ujarnya.

Yuli Pujihardi selaku Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa menambahkan, dalam memperingati Hari Pahlawan di Zona Madina, Parung Bogor dengan peresmian Kedai Kopi Madaya, panggung pentas kreativitas yang menggelar berbagai atraksi seni budaya, melibatkan anak kecil sampai lansia.

Menurutnya, acara tersebut dimeriahkan ratusan anak-anak dari lomba melukis, panduan suara bahasa Inggris, penampilan seni budaya dari sanggar Suluk Nusantara serta Gerakan Relawan Lansia Indonesia (Gerli).

“Dompet Dhuafa meluncurkan panggung pentas kreativitas, Zona Madina merupakan sebuah kawasan yang kita bangun sebagai bentuk protofolio kelola Zakat, Infaq, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) yang komprehesif, dimulai aspek kesehatan, pendidikan, ekonomi dan sosial bukan hanya itu saja kita membangun industri-industri lokal dengan mengangkat seni budaya masyarakat termasuk juga membangun kreasi dari masyarakat sekitar,”jelasnya.

Sambung Yuli, panggung pentas kreativitas yang berdiri di Zona Madina menjadi pelengkap gerakan ZISWAF, bahwa zakat tidak hanya mengurusi lima aspek, namun ZISWAF bisa masuk dengan pendekatan budaya. Sehingga Panggung Budaya ini menjadi wadah kreatifitas serta Dompet Dhuafa dapat mengenalkan panggung pentas kreativitas ke masyarakat luas melalui kerjasama yang sudah terbangun dengan stakeholder yang dimiliki.Budaya yang terbangun saat ini terdiri dari cipta, rasa dan karya manusia, budaya dengan beragam pendekatan salah satunya budaya pendekatan nilai seperti kejujuran, kearifan dan gotong royong itu yang dikemas dalam teknologi kekinian.

“Pendekatan dengan seni, kita akan ajak anak-anak muda bertalenta untuk lebih kenal budaya leluhur yang lahir dari nenek moyang. Budaya bagi millenial bukan sebuah yang asing, tapi millenial harus paham Indonesia adalah negeri yang kaya dengan nilai-nilai budaya.

“Dompet Dhuafa menilai budaya sebagai strategi dakwah yang islami, modern dan Indonesia. Sebagai korelasi yang pararel Dompet Dhuafa mengangkat pesan seni budaya dan kreasi dari panggung pentas kreativitas dan Masjid Panggung Cordofa yang tersusun dari kayu sebagai pesan dan filosofi sebagai Dompet Dhuafa mencitai kelestarian alam, dulu panggung menjadi konsep arsitektur rumah sebagian masyarakat Indonesia dan Dompet Dhuafa menjadi leader menyiapkan bangunan tahan gempa sesuai komitmen bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di event Perencanaan Risiko Bencana (PRB)”, tutup Yuli. (*)

 

Seni dan Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *