BOGORCHANNEL.ID– Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, mendampingi Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Barat, KH. M. Roinul Balad melantik Pengurus DDII Kota Bogor Periode 2026-2031 di Ruang Serbaguna Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Pemuda, Kota Bogor, Sabtu (18/07/26).
Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Provinsi Jawa Barat Nomor 0157/SK/DDJBR/VII/1448H/2026M tentang pengesahan struktur Majelis Pertimbangan dan Susunan Pengurus Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Bogor Periode 2026-2031.
Dalam keputusan tersebut, KH. M. Abbas Aula dipercaya sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Bogor, sementara KH. Abdul Halim dipercaya sebagai Ketua DDII Kota Bogor.
Denny Mulyadi menyampaikan doa dan harapan kepada seluruh pengurus DDII Kota Bogor yang telah dilantik agar dapat menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan, integritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dalam pelantikan yang mengusung tema ketahanan keluarga tersebut, Denny Mulyadi mengatakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap berkolaborasi dengan DDII Kota Bogor dalam menangani berbagai dampak sosial serta ancaman yang dapat menimpa masyarakat maupun jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor.
“Saya sangat setuju Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Kota Bogor bekerja sama dan berkolaborasi dalam pembinaan mental bagi ASN Pemkot Bogor melalui dakwah di masing-masing perangkat daerah. Saat ini dinamika sosial seperti pinjaman online dan yang lainnya tidak hanya menjebak masyarakat, namun ada juga beberapa ASN. Menjadi tugas kita semua dalam menangani dampak sosial tersebut,” kata Denny Mulyadi.
Untuk memperkuat kerja sama tersebut, Denny Mulyadi menyampaikan DDII Kota Bogor dapat melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor.
Sementara itu, Ketua DDII Provinsi Jawa Barat, KH. M. Roinul Balad menjelaskan bahwa DDII memiliki lima pilar, yaitu pengawalan akidah, penegakan syariah, penguatan ukhuwah dengan seluruh pihak yang memiliki visi dan misi yang sama, solidaritas, serta mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Dewan dakwah selalu terdepan dalam membela keutuhan NKRI. Untuk para pengurus yang baru dilantik, langsung registrasi SKT langsung dan segera melaksanakan rapat kerja,” ucapnya. (*Ist)



