B-CHANNEL, KOTA BOGOR-!Sebanyak 44 balita di wilayah Kelurahan Tajur terkena BGM (Bawah Garis Merah). Balita di Bawah Garis Merah (BGM) merupakan kekurangan berat badan dan tinggi badan pada balita.
Hal tersebut di ungkapkan oleh Lurah Tajur, Heri Eriyadi, dimana sekitar 44 balita terkena Bawah Garis Merah (BGM) yang mana berat badan ataupun tinggi badan balita belum mencapai apa yang telah di tetapkan.
“Jadi untuk bayi yang di bawah garis merah itu ada 44 balita, yang sudah di intervensi oleh Kelurahan Tajur itu sekitar 10 orang, kita berikan setiap bulannya dari mulai makanan tambahan, susu bantuan dari Kecamatan juga kita sampaikan dan untuk sisanya 34 itu di intervensi oleh puskesmas Pulo Armin,” ungkapnya, Selasa (16/08/22).
Heri menyampaikan, Bawah Garis Merah (BGM) bukan katagori stunting, pasalnya menurut Heri, berat badan dan tinggi badan sifatnya bisa di intervensi atau hilang dengan sendirinya
“Jadi lebih kepada bayi tersebut kurang berat dan tinggi badan, jadi tidak masuk ke katagori stunting. Karena itu sifatnya masih bisa intervensi atau bisa juga hilang dengan sendirinya. Asalkan memang kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot ) Bogor khususnya Kecamatan Bogor Timur, Kelurahan dengan setiap bulannya kita berikan intervensi makanan tambahan, susu dan vitamin tanpa adanya dukungan dan bantuan dari orang tua bayi tersebut niscaya tidak akan berhasil,” katanya.
“Jadi untuk pemberian makannya itu harus benar benar di berikan rutin kepada balita tersebut dan harus fokus, jangan sampai pemberian makannya sambil tv atau lain lain. Insyaallah dari 44 bayi yang memang di bawah garis merah ini bisa naik,” tambahnya.
Ia menjelaskan, dari 44 balita yang terkena Bawah Garis Merah (BGM), 10 balita keadaan nya sudah membaik.
“Jadi berat badannya sudah cukup tinggi badannya sudah cukup untuk di puskesmas sendiri itu masih di intervensi, info dari kasikemas itu 34 yang di intervensi 70% sudah ada peningkatan. Mudah mudahan di akhir tahun ini untuk bayi yang kurang berat badan ataupun tinggi badan ini bisa 0%,” ucapnya.
Saat di tanya terkait berat badan ideal pada balita, dirinya menjelaskan, penentuan seorang balita terkana di Bawah Garis Merah (BGM) itu di sesuaikan dengan umur balita tersebut.
“Kalo untuk penentuan seorang di bawah garis merah itu di sesuaikan dengan umur si bayi tersebut. Seharusnya berat badan bayi tersebut sekian, tetapi kurang 1 kg atau 2 kg nah itu di bawah garis merah. Dan itu yang kita intervensi di setiap bulannya bekerjasama dengan Kecamatan,” tuturnya.
Heri Eriyadi menghimbau, pihaknya menganjurkan supaya setiap bulan warga yang mempunyai balita diharuskan untuk membawa balitanya ke Posyandu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Saya harapkan kepada masyarakat yang memang yang mempunyai balita agar rutin setiap bulannya agar datang ke posyandu, disamping juga pemberian makanan yang 4 sehat 5 sempurna.
“Saya himbau juga kepada ibu dari balita yang menyusui ataupun yang mempunyai anak balita supaya ibu nya ini tidak merokok menerapkan pola hidup yang sehat,” pungkasnya. (ER/BC)



