Pedagang Minta Polisi Tindak Aksi ‘Pungli’ di Pasar Bogor

IMG 20210213 WA0026

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Sejumlah pedagang di Pasar Bogor berkeluh kesah, lantaran hampir setiap hari mereka dimintai duit oleh pihak perorangan mengatasnamakan pemilik jalur. Awalnya para pedagang enggan berkomentar soal maraknya aksi pungutan liar (Pungli) yang mengakar di Pasar Bogor itu, namun akhirnya mereka pun buka suara.

Ditemui media belum lama ini, salah satu pedagang di Pasar Bogor berinisial RS mengaku hampir setiap hari ditagih pungutan tanpa adanya retribusi. Pungutan bisa sampai 10 kali dengan angka nominal bervariasi.

“Ya, ada yang minta jatah Rp 5 ribu, Rp 10 ribu, bahkan Rp 20 ribu per pedagang. Jika dikalkulasi setiap hari, uang hasil pungli tersebut sangatlah besar. Kalau dihitung bisa sampai 10 orang yang minta uang, totalnya sampai Rp 50 ribu, bahkan bisa lebih dari itu. Permintaan uang itu tidak ada retribusi apapun, katanya untuk uang jalur,” ungkap RS saat ditemui wartawan di kawasan Pasar Bogor.

Diceritakan RS, orang-orang yang melakukan pungli di kawasan Pasar Bogor beraksi antara pukul 03.00 dini hari hingga pagi pukul 06.00 WIB. Apabila pedagang tidak memberikan, maka diancam tidak boleh berjualan lagi.

“Kita diancam kalau tidak memberikan uang,”kata RS.

Bukan hanya RS yang berani buka suara, pedagang lain berinisial UN yang berjualan di lantai dasar Pasar Bogor mengungkapkan hal sama. UN menuturkan, aksi pungli sudah berjalan lama dan pedagang semua ketakutan karena peminta pungli selalu membawa senjata tajam (Sajam).

“Ada sekitar 300 orang pedagang yang selalu dimintai pungutan, ada yang setiap hari rutin, ada yang harus membayar setiap minggu, bahkan ada yang harus bayar satu bulan sekali.

“Kalau setiap hari bisa sampai Rp 50 ribu, tapi mereka juga meminta uang mingguan antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Ada juga yang diminta uang bulanan Rp 1 juta untuk satu tempat berjualan. Pedagang semua sudah menjerit karena kondisi sedang susah, jualan juga sepi, tapi setiap hari marak pungli,” tuturnya.

Bahkan banyak pedagang yang akhirnya gulung tikar karena bangkrut tidak memiliki uang untuk modal berjualan.

“Pedagang banyak yang bangkrut karena tidak bisa jualan lagi, akibat maraknya pungli. Pendapatan dari hasil jualan belum jelas, tapi pungli setiap hari terus jalan, gimana mau jualannya,” ujarnya.

Para pedagang berharap pihak kepolisian segera bertindak untuk memberantas pungli yang meresahkan para pedagang.

“Kami berharap polisi memberantas pungli dan premanisme di pasar, karena sudah merugikan dan meresahkan pedagang,” harapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum mendapat tanggapan dari pihak Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya. Dikonfirmasi Direktur Utama Mizzakir, sampai saat ini belum aktif merespon saat dihubungi via aplikasi whats app.

Sementara Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo saat dikonfirmasi menyatakan, pihaknya akan mendalami dan menindaklanjuti.

“Nanti didalami, dicek dan ditindaklanjuti. Konfirmasi ke Kasatreskrim, “singkat Kapolres.

Reporter: Erry Novriansyah

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *