duaB-CHANNEL, KOTA BOGOR– Untuk bisa mendapatkan bantuan paket sembako dan uang tunai sebesar 150 ribu rupiah, warga penerima bantuan non- DTKS di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor harus lebih dulu melewati protokol kesehatan yang super ketat.
Sebelum masuk ke area dimana tempat penyimpanan paket sembako disalurkan pengurus, ratusan warga miskin harus lebih dulu di cek suhu badan, cuci tangan menggunakan sabun, tetap pakai masker, dan jaga jarak antara warga satu dengan warga lainnya.
Selain itu, warga juga harus mematuhi peraturan yang telah dibuat oleh pihak Kelurahan, seperti jadwal dan waktu pelaksanaan pengambilan sembako.
Kelurahan Mulyaharja menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaan bantuan sosial Gubernur Jawa Barat tahap ke dua dilakukan di di dua titik berbeda, yakni Kantor Kelurahan dan SDN Cibereum 01.
Untuk diketahui, Mulyaharja salah satu wilayah yang terbanyak mendapatkan bansos Gubernur Jawa Barat, dibandingkan wilayah lainnya di Bogor Selatan. Dari total keseluruhan warga non DTKS sebanyak 2.311 menjadi 2.285 Kepala Keluarga (KK) yang mendapat bansos Gubernur.
“Jadi setelah diverifikasi ada 2.285 yang masuk data mendapat bansos. Karena kita jumlah terbanyak, maka kita atur pelaksanaannya, mulai penerapan protokol kesehatan yang ketat hingga waktu pembagian pun kita jadwal, agar tidak terjadi penumpukan massa dan kemacetan lalu lintas, karena pembagian di kawasan jalur lintasan Kota dan Kabupaten Bogor, “jelas Lurah Mulyaharja, Hasan Sutisna disela Pembagian bansos di Kantor Kelurahan Mulyaharja, Minggu (14/06/20).

Hasan menegaskan, untuk pengambilan bansos diusahakan tanpa pendampingan atau seorang diri. Mereka atau anggota keluarga yang mengantar dipersilahkan untuk menunggu di tempat yang telah disediakan tak jauh dari lokasi penyaluran.
“Yang mengambil bansos khusus penerima yang terdata saja. Tapi bagi yang berhalangan hadir dikarenakan sakit dapat diwakilkan dengan membawa surat kuasa dari kelurahan,” imbuh Hasan.
Hasan menambahkan, pada masa PSBB transisi saat ini, pihaknya mengaku terus melakukan pengawasan ketat kepada warga terutama pendatang baru, ketika keluar rumah harus menggunakan masker, selalu menjaga jarak dan kebersihan dengan cara rajin mencuci tangan.
“Sekarang ini kan toko dan warung sudah mulai buka, jadi kita mengantisipasi, menitikberatkan dengan memperketat wilayah terutama bagi pendatang baru, apalagi Mulyaharja kembali masuk zona merah,” tandasnya.
Sementara, Ibu Rumah Tangga (IRT) penerima bantuan non-DTKS RT 01, RW 05 Kelurahan Mulyaharja mengucap syukur atas hadirnya bantuan dari pemerintah. Ia berharap bantuan tersebut bisa terus disalurkan di masa Pandemik Covid-19 ini.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan bantuan terus turun dari pemerintah agar warga bisa tertanggulangi di masa pandemi ini,”ucapnya.
Reporter: Erry Novriansyah





No comment