Sarat Penyimpangan, Ambruk Desak Penegak Hukum Lakukan Investigasi Runtuhnya Sebagian Gedung DPRD Kota Bogor


B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Aliansi Masyarakat Bogor Untuk Keadilan (Ambruk) angkat bicara menyangkut ambrolnya sebagian kontruksi bangunan pada dinding dan plafon gedung DPRD Kota Bogor akibat diterjang hujan deras dan angin kencang pada Sabtu, 26 Oktober 2019 lalu.

Mereka menilai dibangunnya gedung DPRD di Jalan Pemuda, Tanah Sareal  dengan biaya Rp72,7 miliar, dapat diduga adanya penyelewengan dana pembangunan gedung. Artinya diduga kuat gedung itu dibangun di bawah standar spesifikasi yang seharusnya.

“Ya, terjadinya peristiwa ambruknya sebagian tembok dan plafon di Gedung DPRD Kota Bogor itu terindikasi kuat sarat dengan penyimpangan dan pelanggaran, bahkan ditengarai terindikasi tindak pidana korupsi,” ujar, Sona Pernandi, selaku Koordinator Ambruk yang didampingi rekannya Heny Prasetyo dan Maradang Hasoloan Sinaga saat konferensi pers yang digelar di Cafe Ruang Toleransi, Jalan Malabar 1, No 17, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (01/11/19).

Lebih lanjut ia mengatakan, PT. Tirta Dhea Addonic Pratama sebagai pemenang lelang proyek pembangunan Gedung DPRD Kota Bogor juga diduga bermasalah dan memiliki rekam jejak yang buruk.

“Berdasarkan informasi, ternyata rekam jejak kontraktor juga diduga bermasalah oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP),” katanya.

Oleh karenanya, mereka mendesak aparat terkait terutama aparat penegak hukum untuk melakukan penelitian, audit, investigasi dan memeriksa sejumlah pihak terkait ambruknya sebagian Gedung DPRD Kota Bogor, dan mendesak untuk melakukan pemeriksaan mulai dari hulu sampai hilir, mulai dari proses penganggaran oleh DPRD dan Pemerintah Kota Bogor hingga pelaksanaan pembangunan. (er/bc)

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *