B-CHANNEL, BOGOR– Peristiwa banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat, tak terkecuali Komite Penggerak Nawacita (KPN). KPN terjun langsung ke lokasi bencana dan memberikan bantuan kepada korban bencana alam, tepat di Desa Bojong, Kecamatan Tenjo, dan Kampung Kembang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.
Shane Hasibuan, Koordinator Tim Tanggap Bencana KPN wilayah Bogor Raya, mengatakan, perlu ada penanganan setelah banjir yang diharapkan oleh warga dalam membuka akses jalan yang terputus, membersihkan rumah dari lumpur dan penanganan sementara untuk tinggal dan memberikan makan terhadap korban bencana.
“Lokasi yang dibantu ini masih sangat minim bantuan, KPN juga telah datang langsung dan menyalurkan bantuan ke lokasi ini satu hari setelah kejadian bencana. Walaupun mungkin belum cukup memadai bantuan yang diberikan, semoga bantuan dari pihak yang lain bisa disalurkan kemari,” ujarnya, Sabtu (04/01/20).
Sejumlah bantuan yang diperlukan warga diantaranya, selimut, terpal, mie instan, air mineral, susu, snack, dan beras sesuai kebutuhan korban yang berada di tempat pengungsian.
Terpisah M Januar Firmansyah, Koordinator Amin KAPT (salah satu organ yang tergabung di Komite Penggerak Nawacita) berharap apa yang dilakukan relawan juga dapat diikuti oleh pihak lainnya, terutama kepada lokasi bencana yang selama ini sulit terjangkau dan belum tersentuh bantuan.
“Saat ini korban masih berada di pos pengungsian dikarenakan kondisi cuaca belum kembali normal dikhawatirkan akan ada banjir susulan, dan dibeberapa titik akses untuk kelokasi bencana masih susah untuk ditembus dengan kendaraan maka ada beberapa bantuan yang diberikan dengan jalan kaki dibantu warga dalam pendistribusiannya. Kami mengajak kepada semua pihak untuk sama sama membantu warga korban bencana alam ini,”tuturnya.
Diketahui, banjir bandang yang diakibatkan meluapnya Sungai Cidurian merendam puluhan rumah warga sekitar 400 KK yang terkena sapuan banjir setinggi 2,5 meter, sementara 200 KK dievakuasi dan diungsikan ke Kantor Desa dan rumah sanak saudara sekitar yang lebih aman. Kerusakan material rumah warga merata akibat tertimbun lumpur, lahan pertanian warga rusak total. Sementara nihil korban jiwa namun masih ada warga lansia yang menderita sakit.
Sementara kondisi di Kampung Kembang, Desa Jugalajaya, Kecamatan Jasinga, diperkirakan merugian material sekitar ratusan rumah dari total 194 KK yang ada mengalami kerusakan. 10 rumah mengalami rusak parah akibat tertimbun lumpur dan longsor serta 1 rumah hanyut rata (hilang), kemudian 3 titik akses jalan terputus.
Dalam peristiwa itu terdapat 1 orang warga Desa Kalong Sawah hanyut dengan identitas Hilman Umur 15 tahun dan jenazah korban sudah ditemukan. (*)




No comment