Rugikan Pedagang Kecil, KAMMI Desak Pemkot Evaluasi Total Program Penataan PKL


B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Puluhan Mahasiswa Muslim Universitaa Ibnu Khaldun, tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Bogor mendatangi Plaza Balaikota Bogor, untuk meminta Pemerintah Kota ( Pemkot) mengevaluasi total program penataan PKL Kota Bogor yang dinilai mereka telah merugikan para pedagang kecil.

Debi Firdaus, Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) Universitas Ibn Khaldun Bogor menyatakan, bahwa, keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Bogor pada dasarnya adalah hak masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup. Menurutnya, kegiatan pedagangan yang dilakukan PKL merupakan usaha ekonomi kerakyatan yang perlu pembinaan dan penataan dalam melaksanakan usahanya.

Penataan dan pemberdayaan PKL, lanjut dia, adalah merupakan salah satu dari enam skala prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Oleh sebab itu, pada priode pertama program itu, dibawah kepemimpinan Walikota Bogor Bima Arya dinilai gagal terlaksanakan.

“Kini di priode kedua, penataan PKL di Kota Bogor sedang digalakan. Beberapa titik para PKL sudah mulai direlokasi. Namun, penataan PKL saat ini terkesan hanya kejar target. Pasalnya banyak pedagang yang mengeluh karena turunnya omset setelah direlokasi,”kata Debi, disela aksi, Rabu (16/10/19).

Selain itu, persoalan tempat relokasi yang sepi pengunjung menjadi salah satu keluhan utama para pedagang.

“Maka, kami mempertanyakan hasil kajian sebelum proses relokasi itu dijalankan. Karena relokasi yang sudah dilakukan saat ini dinilai gagal karena merugikan pegadang yang notabenenya adalah pedagang kecil. Jika terus merugi maka bukan tidak mungkin para PKL yang direlokasi tersebut akan gulung tikar karena tidak memiliki modal yang kuat atau kembali lagi ke tempat asal berjualan. Hal tersebut malah sama saja dengan membunuh PKL secara perlahan,”jelasnya.

Lebih lanjut, dengan program penataan dan pemberdayaan PKL seharusnya pedagang dibuat semakin sejahtera bukan malah merugi.

“Jika saat ini terjadi seperti itu berarti ada yang salah dengan keberjalanan program penataan PKL ini. Pemerintah harus mengevaluasi total progres yang sudah dijalankan, jangan sampai penataan PKL hanya kejar target selesai namun pedagang kecil yang harus menanggung beban. Sejahterakan PKL Kota Bogor,”tegas dia.

Berikut tuntutan Mahasiswa KAMMIU Universitas Ibn Khaldun Bogor

1. Meminta Pemkot Bogor mengevaluasi total program penataan PKL Kota Bogor yang sangat merugikan pedagang kecil.

2. Mendesak Walikota Bogor untuk memberi teguran keras kepada Direksi PD Pasar Pakuan Jaya yang telah mengeluarkan surat edaran penertiban PKL didepan blok B Pasar Kebon Kembang tanpa memberi solusi terhadap PKL.

3. Meminta PD Pasar Pakuan Jaya memperhatikan kesejahteraan pedagang binaan dengan memberikan tempat yang layak.

Reporter: Erry Novriansyah

Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *