B-CHANNEL, KOTA BOGOR-Â Smart Farming Batch 3 yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Pertanian melalui Program YESS di PPMKP Ciawi pada Hari Kamis, 22 September 2022, berjalan dengan baik dan lancar, smart farming adalah bentuk kepedulian pihak terkait untuk memberikan pelatihan sekaligus memberikan modal bagi para petani diseluruh Indonesia.
Pelatihan smart farming merupakan bagian dari berkembangnya ilmu pengetahuan di bidang pertanian, sehingga penerapan teknologi harus dilakukan dalam berusahatani kedepan. Tantangan bagi para mahasiswa dan petani milenial di Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris harus mempu melakukan modernisasi pertanian menerapkan alat mesin pertanian dan internet of things (IoT).
Agribisnis Smart Farming merupakan upaya penerapan teknologi pertanian dan berorientasi agribisnis yang dilakukan oleh wirausahawan muda pertanian untuk mencetak pengusaha pertanian milenial.
Kepala Badan PPSDMP Prof. Dr.Ir . Dedi Nursyamsi . M. Agr menjelaskan, Indikator keberhasilan dari pelatihan ini
adalah peserta harus mampu akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat/ KUR, menerapkan smart farming; serta membentuk kemitraan usaha agribisnis modern.
Untuk itu, peserta program YESS yang telah mengikuti pelatihan ini harus benar – benar mengaplikasikan materi yang telah didapatkan dalam pelatihan ini untuk mengembangkan usaha taninya. Peluang tidak datang dua kali, jadi manfaatkan dana KUR, aplikasikan teknologi smart farming dan tidak lupa bangun jejaring dengan mitra maupun offtaker.
“Minat generasi muda di bidang pertanian cenderung mengalami penurunan dan lebih banyak generasi muda yang ingin bekerja di kota (sektor industri, jasa, dan lainnya). Mendorong generasi muda agar tertarik pada sektor pertanian sangat penting dengan memberikan stimulus diantaranya
pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian, salah satunya melalui fasilitasi pengawalan akses KUR ” ungkapnya.
Saatnya generasi muda untuk mengambil peranan dalam pembangunan pertanian. Terbukti
banyak pemuda-pemuda terdidik saat ini yang menjadi pelopor dalam usaha pertanian.
“Ini adalah contoh nyata bahwa pertanian tidak identik dengan
kotor dan kemiskinan. Bersama-sama kita berkontribusi dalam pembangunan pertanian mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern ” pungkasnya
Risky



