Pasca Ambruk, Atang Trisnanto Minta Audit Total Kelaikan Gedung DPRD


B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Belum genap 1 tahun usia gedung baru Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor terletak di Jalan Pemuda, Tanah Sareal, Kota Bogor mengalami ambruk pada bagian kontruksi plafon ruang rapat paripurna DPRD. Ambruknya sebagian kontruksi berada di lantai lima itu diakibatkan oleh hujan deras beserta angin kencang pada Sabtu 26 Oktober 2019 sore kemarin.

Diketahui bersama, gedung DPRD Kota Bogor diresmikan pada bulan April 2019 dengan menelan biaya pembangunan sekitar 70 miliar. Sebelumnya, gedung lama DPRD yang di tempati oleh 45 orang anggota dewan terhormat itu berlokasi di Jalan Kapten Muslihat, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Menanggapi ambruknya kontruksi gedung, Ketua DPRD Kota Bogor periode 2019-2024 Atang Trisnanto dengan tegas meminta untuk segera dilakukan audit total dan pemeriksaan oleh yang berwenang. Sebab, dingding lantai lima yang jebol dinilai lemah kontruksi. Itu terlihat tidak adanya besi beton yang menjadi rangka dingding maupun penyambung dengan lantai. Adapun temuan lainnya, menurut Ketua DPD PKS Kota Bogor, konstruksi plafon itu tidak menggunakan besi hollow dan hanya ditarik dengan kawat.

Dikatakan Atang, untuk gedung yang besar, dengan ketinggian 5 lantai, serta dengan kondisi cuaca Kota Bogor yang curah hujan dan angin tinggi, hal itu adalah sebuah pekerjaan yang gegabah.

“Untuk itu kami minta agar segera diadakan audit secara total. Dan harus ada pemeriksaan oleh pihak yang berwenang. Pertama, audit kelayakan gedung. Kita ingin memastikan bahwa konstruksi bangunan yang ada sekarang benar-benar aman. Gedung dewan adalah pusat aktivitas bersama masyarakat, ormas, pemerintah kota, pegawai DPRD, dan juga anggota dewan, sehingga harus terjamin keamanan dan keselamatan jiwa yang beraktivitas di dalamnya,”tegas Atang, Minggu (27/10/19).

Yang kedua, sambung Dia, audit seluruh proses pembangunan gedung DPRD. Harus ditelusuri kemungkinan penyimpangan. Baik ketidaksesuaian dengan standar kualitas maupun kemungkinan jika terjadi penyelewengan.

“Pembangunan gedung DPRD ini menggunakan dana negara yang demikian besar. Dan usia bangunan juga masih baru. Sehingga mengherankan jika terjadi ambruknya dinding ruang paripurna. Jadi, sekali lagi, harus ada audit secara total,”tandasnya. (dr/bc)

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *