Ngubek Lauk dan Lomba Mancing Meriahkan Festival Ciliwung

IMG 20190831 145257 249

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Lomba mancing dan ngubek lauk disungai Ciliwung tepat di wilayah Kelurahan Sukasari RW 2 dan 3, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor digelar Sabtu (31/8/19). Kegiatan merupakan dalam rangka Festival Ciliwung yang mana program naturalisasi sungai Ciliwung yang digulirkan Pemerintah Kota Bogor.

Terlihat, ratusan warga begitu antusias mengikuti jalannya kegiatan yang dikemas dengan menarik dan meriah. Pada kesempatan itu, turut hadir Wali Kota Bogor, Bima Arya sekaligus membuka acara. Menurut Bima, kegiatan ini bagian dari kampanye naturalisasi ciliwung khususnya di wilayah sukasari.

Bima pun mengapresiasi pergerakan pihak kecamatan dan kelurahan dalam mengemas proses naturalisasi sungai ciliwung.

“Jadi ini bagian untuk meningkatkan warga kalo sungai ini dijaga, tidak buang sampah sembarangan, engga buang air besar sembarangan, ya nanti akan jadi tempat yang sama sama menyenangkan untuk semua,” ucapnya disela sela kegiatan.

Kedepan, sambung Bima, dirinya mentargetkan sungai ciliwung yang melintasi Kelurahan Sukasari akan dibuat menjadi wisata air dengan jangka waktu dua sampai tiga tahun kedepan.

“Nanti berproses secara bertahap dan memang harus ada koordinasi dengan berbagai pihak supaya ini bisa di tata, karena kalau daerah di sempadan sungai ini bukan kewenangan Kota Bogor, harus dikoordinasikan dengan BBWS,” katanya.

Ditempat yang sama, Lurah Sukasari, Dicky Iman Nugraha menambahkan, program naturalisasi Ciliwung perlu diketaui oleh semua pihak, semua elemen masyarakat sehingga semua bisa bersama sama ikut serta menjaga dan menghijaukan kembali sungai Ciliwung.

“Kalau dari sisi kebersihan progresnya sudah cukup baik, sekarang kita progresnya lagi untuk menghijauhkan bantaran ciliwung, sekarang yang kondisinya masih warna-warni, kondisinya masih belum hijau, target beberapa kedepan kita akan hijauhkan dengan berbagai cara baik itu dengan vertikal garden, menanam tanaman merambat dan sebagainya,” ungkapnya.

Dengan biaya administrasi sebesar Rp25 ribu dari warga untuk warga, lanjut Dicky, ada 5 kuintal ikan yang diturunkan untuk lomba mancing. Selain memancing dan ngubek lauk, ada juga perlombaan lainnya yakni lomba memasak nasi goreng, lomba kebersihan tingkat RW, lomba kebersihan dan bantaran ciliwung.

“Adanya kegiatan seperti ini diharapkan warga semakin sadar bahwa program naturalisasi ciliwung tidak saja menjadi tanggung jawab pemerintah tapi menjadi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (er/bc)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *