Mensos Buka Bimbingan Pengembangan Agrobisnis Mantan WBP

IMG 20190325 174659

B-CHANNEL, CARINGIN – Direktorat Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan KPO Ditjen Rehabilitasi Sosial menggelar kegiatan Bimbingan Pengembangan Agrobisnis Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan Angkatan 5.

Kegiatan yang dibuka Menteri Sosial Agus G. Kartasasmita dilangsungkan di gedung Pusat Pendidikan Kilat (Pusdiklat) Karya Nyata, Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Senin (25/03/19).

Kegiatan akan dilaksanakan selama 14 hari, sedangkan jumlah pesertanya ada 50 warga binaan.

Mensos Agus G menilai, kegiatan seperti ini sangat bagus dan penting untuk dilaksanakan, apalagi ditunjang dengan edukasi yakni memberikan pendidikan dan pelatihan pada bekas warga bimaan pemasyarakatan.

Ia berharap, mereka yang telah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) ini bisa kembali dan diterima oleh masyarakat serta dapat memberikan kontribusinya.

“Kami dari Kemeterian Sosial ingin menjadikan mereka sebagai aset, makanya kami berikan pendidikan, kegiatan ini kerja sama dengan pihak Yayasan Pusdiklat Karya Nyata yang sudah terbukti sejak berdiri telah berhasil meluluskan hampir 60 ribu orang,”tuturnya.

Selama mengikuti pendidkan, sambungnya, mereka akan dilatih sedemikian rupa, tentunya supaya punya kemampuan atau pengetahuan untuk dimembamgkan dalam usaha yang akan dirintisnya, baik dibidang pertanian maupun perikanan.

“Jadi sekali lagi, ini bentuk perhatian pemerintah, karena bagaimanapun juga mereka itu harus disentuh kembali sebagai warga negara atau PMKS yang memiliki masa lalu sangat kelam. Mudah – mudahan dengan diberikannya penguatan melalui kegiatan ini diharapakan kehidupan mereka akan lebih baik lagi,”ungkapnya.

Mensos menyebut, untuk rekrutmen pelatihan bagi warga binaan sekarang memang masih relatif kecil yakni hanya sebanyak 50 orang. Namun, meski kecil model seperti ini sangat bagus, apalagi didukung adanya kerjasama berbagai pihak yang bisa dikembangkan untuk mendorong peran serta publik dalam membantu mengentaskan BWBLP dan PMKS.

“Intinya, kita ingin bisa hantarkan kembali mereka kepada masyarakat sebagai aset. Karena, setelah selesai mengikuti kegiatan ini mereka akan diberikan bantuan berupa uang sebesar 5 juta untuk dipergunakan sebagai modal usaha dibidang pertanian seperti membeli bibit, benih ikan atau modal berkebun,”pungkasnya.

Reporter : Agus Sudrajat

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *