Memudahkan Pelaporan Potensi Pelanggaran, Bawaslu Kota Bogor Kenalkan Aplikasi Siwaslih

IMG 20241104 211821

Oplus_131072


BOGORCHANNEL.ID– Sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan pencegahan potensi pelanggaran selama proses pemilihan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor menampilkan simulasi penggunaan aplikasi diberinama Siwaslih.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor Herdiansyah mengatakan simulasi aplikasi Siwaslih diharapkan semua pihak terlibat baik Bawaslu pihak penyelenggara Pemilu dan seluruh masyarakat dapat berperan dalam mengawasi potensi pelanggaran pemilu dilapangan.

Siwaslih sendiri lanjut Herdiansyah dirancang sebagai alat bantu pengawasan yang memudahkan pelaporan pelanggaran, baik oleh petugas di lapangan maupun masyarakat. Selain meningkatkan respons cepat terhadap laporan pelanggaran yang diterima dan menindaklanjuti setiap laporan secara terintegrasi.

“Aplikasi ini hanya bisa diakses mulai dari anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) berjenjang hingga Bawaslu Kota/Kabupaten. Dan saya menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam memastikan Pemilu yang bersih dan transparan,”ujar Herdiansyah disela kegiatan sosialisasi Rakor Bawaslu di salah satu Hotel di Pajajaran, Senin (04/11/24).

Pihaknya mendorong semua petugas mulai Bawaslu hingga ke petugas PTPS untuk memanfaatkan teknologi ini. Dengan adanya Siwaslih, termasuk masyarakat bisa lebih mudah berpartisipasi dalam mengawasi jalannya pemilu.

Lebih lanjut menurutnya, transparansi dan akuntabilitas adalah kunci untuk memastikan bahwa proses pemilu berjalan dengan adil dan jujur.

Sementara Ahmad Fatoni selaku Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Kota Bogor, kehadiran aplikasi Siwaslih adalah bagian dari upaya peningkatan kinerja pengawasan dengan sistem terkini tentunya, kualitas penyajian data dan memberikan informasi yang akurat.

“Ini merupakan upaya yang berkaitan dengan akses dan peningkatan kinerja jajaran Bawaslu Kota Bogor khususnya. Selain itu, ini upaya digitalisasi data yang lebih efektif dan efisien untuk dimutakhirkan serta di analisis lebih lanjut,” tegas Fatoni.

Memang pada pemilu sebelumnya, digunakan aplikasi Siwaslu dan dalam Pilkada di gunakan Siwaslih tentu ada perbedaan dalam hal akurasi data. Perbedaannya dalam penguatan hasil laporan, lebih akurat, singkat dan tentu disertai dokumen dalam bentuk gambar.

Kedepannya, Fatoni menambahkan, Bawaslu akan terus mengadakan sosialisasi dan pelatihan terkait penggunaan aplikasi ini guna memastikan kesiapan seluruh petugas dan masyarakat dalam pemilihan yang aman dan tertib. (*)Risky

Comments are disabled