Memaksimalkan Pengaruh dalam Kepemimpinan


Loading

BOGORCHANNEL.ID– Peran pemimpin dalam lingkup organisasi atau lembaga sangatlah penting, terutama mengenai sikap dan gaya seseorang dalam memimpin. Seorang pemimpin akan menjadi faktor penentu keberhasilan dan pencapain organisasi.

Kepemimpinan juga menjadi tolak ukur adanya perubahan yang signifikan dan tercapainya suatu tujuan. Dengan demikian kepemimpinan merupakan seni dalam menciptakan kesesuaian dan kestabilan organisasi.

Cara memaksimalkan pengaruh dalam suatu kepemimpinan bisa dilakukan dengan berbagai cara, dimulai dengan bagaimana seorang pemimpin mampu menjadi inspirasi dan motivasi positif pada orang lain, tak lupa juga hal demikian harus dibarengi dengan menggali potensi dan kekuatan diri, kita pun harus juga mengembangkan jiwa kepemimpinan dalam diri kita dengan melatih cara komunikasi dan meningkatkan kemampuan memimpin agar orang lain bisa terpengaruh dengan gaya kepemimpinan yang kita gunakan.

Seorang pemimpin juga tidak lupa harus mempunyai kemampuan dalam manajemen tim, dimana ia harus bisa mengkoordinir kinerja seluruh oknum dalam organisasi agar dapat bekerja sama dengan baik dan bisa mencapai tujuan yang ingin dicapai.

Gaya kepemimpinan yang dapat menciptakan pengaruh yang besar adalah yang memungkinkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, memungkinkan komunikasi yang efektif, dan memungkinkan adaptasi terhadap perubahan.

Gaya kepemimpinan yang efektif dalam menciptakan pengaruh besar meliputi, Kepemimpinan Transformasional, Gaya kepemimpinan yang memungkinkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, memungkinkan komunikasi yang efektif, dan memungkinkan adaptasi terhadap perubahan.

Kepemimpinan transformasional memungkinkan para pemimpin untuk mempengaruhi perilaku dan motivasi para pekerja, serta memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekitar mereka.

Kepemimpinan Servant Leadership

Gaya kepemimpinan yang memfokuskan pada kepentingan tim dan memungkinkan para pekerja untuk berpartisipasi aktif dalam proses keputusan. Kepemimpinan servant leadership memungkinkan para pemimpin untuk mempengaruhi perilaku dan motivasi para pekerja, serta memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekitar mereka.

Kepemimpinan Visionary Gaya

Kepemimpinan yang memungkinkan para pemimpin untuk memiliki visi yang jelas dan memungkinkan mereka untuk mempengaruhi perilaku dan motivasi para pekerja.

Kepemimpinan visionary

Memungkinkan para pemimpin untuk mempengaruhi perilaku dan motivasi para pekerja, serta memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekitar mereka.

Kepemimpinan Collaborative

Gaya kepemimpinan yang memungkinkan para pemimpin untuk bekerja sama dengan tim dan memungkinkan para pekerja untuk berpartisipasi aktif dalam proses keputusan.

Kepemimpinan collaborative

Memungkinkan para pemimpin untuk mempengaruhi perilaku dan motivasi para pekerja, serta memungkinkan mereka untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di sekitar mereka

Dengan demikian, gaya kepemimpinan yang dapat menciptakan pengaruh yang besar adalah yang memungkinkan partisipasi aktif dari berbagai pihak, memungkinkan komunikasi yang efektif, dan memungkinkan adaptasi terhadap perubahan.

Gaya kepemimpinan mantan walikota Bogor yakni Arya Bima menjadi salah satu contoh gaya kepemimpinan yang mampu menciptakan perubahan, menjadikan kota Bogor sebagai Kota yang cerdas dengan banyaknya inovasi-inovasi baru yang dimilikinya, mulai dari sederet penghargaan yang berhasil ia peroleh, dan beliau pula dinobatkan sebagai motivator pemuda bidang demokrasi dan kepemimpinan oleh Save Our Children Institute.

Kepemimpinan ini ditandai dengan adanya keinginan untuk melayani sebelum menjadi pemimpin dan tekad untuk memberikan sesuatu yang positif untuk dunia yang lebih baik. Hal ini telah dibuktikan dengan sejumlah penghargaan besar yang diterima Bima Arya sebagai agen perubahan sebelum ia menjabat sebagai wali kota.

Hal demikian bisa menjadikan Bima Arya pantas dijuluki sebagai pemimpin yang bisa memaksimalkan pengaruh dalam kepemimpinannya.

Gaya kepemimpinan Bima Arya Sugiarto dalam menciptakan pengaruh besar di Kota Bogor didasarkan pada konsep servant leadership. Konsep ini menekankan pentingnya memperhatikan kepentingan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Dalam konteks ini, Bima Arya telah menunjukkan kemampuan dalam mengelola perubahan dan mengembangkan Kota Bogor menjadi tujuan wisata olahraga. Ia juga telah berhasil dalam mengembangkan Kota Bogor sebagai Kota Cerdas dan meningkatkan angka harapan hidup penduduknya.

Gaya kepemimpinan Bima Arya yang berfokus pada kepentingan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup mereka telah memungkinkan pengaruh besar di Kota Bogor, terlihat dalam peningkatan kualitas hidup penduduk dan pengembangan Kota Bogor sebagai tujuan wisata olahraga.

Banyak sekali perubahan yang terjadi pada kota Bogor beberapa aspek, termasuk perkembangan fisik, sosial, dan budaya. Berikut adalah beberapa contoh perubahan yang terjadi Perkembangan fisik Kota Bogor secara umum bersifat over bounded city, artinya sebagian besar kenampakan fisik kawasan perkotaan berada dalam batas administrasi kota, Pemerintah Kota Bogor telah menyusun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bogor 2011-2031 untuk menciptakan perkembangan kota yang terencana dan berkelanjutan, Perubahan sosial yang terjadi di Kota Bogor mencolok, seperti perubahan sosial dalam bidang gaya hidup masyarakatnya.

Contohnya, metode transaksi yang digunakan telah berubah dari sistem barter dan uang tunai ke penggunaan kartu kredit atau debit dan media elektronik seperti handphone, Perubahan sosial lainnya termasuk meningkatnya kebutuhan lahan akibat meningkatnya jumlah penduduk dan kegiatan penduduk, serta migrasi penduduk yang meningkat, Perubahan budaya yang terjadi di Kota Bogor termasuk perubahan gaya hidup masyarakatnya, seperti penggunaan teknologi dan cara bertransaksi yang lebih modern.

Pemerintah Kota Bogor telah mengajukan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2023, yang memuat antara lain Pendapatan Daerah sebesar Rp 3 Triliun, Belanja Daerah sebesar Rp 3 Triliun, dan pembiayaan daerah sebesar Rp 89 Miliar, Perkembangan tata Kota Bogor dari abad ke-18 hingga abad ke-20 telah dibahas dalam skripsi yang membahas mengenai perkembangan tata Kota Bogor pada masa tersebut, dengan Istana Bogor menjadi titik awal berkembangnya bangunan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, telah mengungkap sederet capaian kinerja Kota Bogor dalam beberapa tahun terakhir, termasuk meningkatnya predikat Kota Laya dan peningkatan pemahaman strategi tata kelola kebijakan penanganan kemiskinan.

Penulis: –Syafira Fadilah

 

Comments are disabled.