Catatan Akhir Tahun 2023 Kepemimpinan Bima Arya- Dedie Rachim

IMG 20231231 WA0016

BOGORCHANNEL.ID – Hari Sabtu, tanggal 20 April 2019, Bima Arya Sugiarto resmi menjabat sebagai Walikota Bogor. Masyarakat Kota Bogor begitu antusias dan optimis semenjak dirinya dilantik kembali menjadi pemimpin Kota Bogor diperiode keduanya oleh Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil. Saat ini, sisa 4 bulan masa kepemimpinannya, sejumlah persoalan atau pekerjaan rumah yang kompleks perlahan dapat diselesaikannya. Dan tentu saja semua itu membutuhkan proses yang tidak sebentar. Namun hari ini, kita akan melihat semangat mengejar perubahan yang kuat dalam sejumlah karya yang telah dibuatnya dengan membawa tagline ‘Bogor Berlari’, demi mewujudkan Kota Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga sebagaimana yang tertuang dalam visinya.

Impian masyarakat untuk melihat Kota Bogor menjadi Kota Sehat, Kota Cerdas dan Kota Sejahtera. Namun diakhir akhir sisa masa jabatannya masih banyak yang harus dibenahi dengan catatan yang sudah baik kita jaga dan lanjutkan yang kurang baik kita perbaiki dan evaluasi.

Hidayatul Mustafid, M.Si Ketua HPN Kota Bogor menyatakan, ada beberapa catatan yang harus diperbaiki oleh walikota dan wakil walikota Bogor di sisa 4 bulan masa jabatan walikota Bogor

Himpunan Pengusaha Nahdliyin melihat Kota tingginya angka putus sekolah, yang disebabkan kurangnya fasilitas atau gedung-gedung sekolah, dan carut marut sistem zonasi PPDB Kota Bogor Walikota Bogor kurang memperhatikan persoalan kesehatan, karena belum terpenuhi layanan kesehatan masyarakat secara optimal, seperti sumber daya manusia paramedis yang terkesan tidak ramah terhadap pasien janji walikota juga disisa akhir masa jabatannya upaya mensejahterakan masyarakatnya justru malah sebaliknya. Di mana tercatat oleh Kepala Badan Pusat (BPS) Kota Bogor, adanya angka tingkat pengangguran terbuka Kota Bogor menduduki tingkat pertama tertinggi di Jawa Barat, dengan persentase mencapai 10,78%, untuk itu
HPN Kota Bogor melihat Kota Bogor surganya bagi UMKM. Betapa tidak, Pemkot Bogor harus membuka sebesar-besarnya warganya untuk berusaha dan membantu dari sisi permodalan. Ini lantaran Kota Bogor menjadi destinasi wisatawan dari ibu kota negara yakni Jakarta.

Dalam upaya meningkatkan pemasaran produk UMKM, Pemkot Kota Bogor harus bekerjasama dengan sejumlah pusat perbelanjaan, seperti Botani Square, Transmart, Hyper Mart, Kunafe Bandung, dan lain-lain. Oleh karena itu, kemitraan yang dibangun ini harus terus dikembangkan dengan prinsip saling menguntungkan hingga dapat berdaya saing di pasar global.

Pemerintah Kota Bogor juga harus membuat pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan skill para pelaku UMKM di Kota Bogor. Seperti, pelatihan kewirausahaan, digital marketing, kemitraan, desain, teknologi dan pemasaran Kegiatan Tersebut Harus berdampak/bersinggungan Langsung Kepada Para Pelaku UMKM Kota Bogor bukan hanya seremoni saja.

Kang David biasa dipanggil juga menyebut, bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi Kota Bogor berada di angka 5,65 di atas Jawa Barat (5,45) dan Nasional (5,21). Salah satu faktor penyebabnya adalah pertumbuhan kafe, restoran dan sejenisnya yang cepat sehingga buying power Kota Bogor mulai kuat karena ramainya kunjungan
Solusi Pengembangan SDM dan pemerataan Ekonomi Harus mendapat dukungan Penuh dari Pemerintah Kota Bogor agar program kerja menciptakan lapangan kerja dan menciptakan para pelaku usaha dapat terwujud.

Penulis: Hidayatul Mustafid, M.Si
Ketua Himpunan Pengusaha Nahdliyin Kota Bogor

Comments are disabled