B-CHANNEL, BANDUNG– Sudah beberapa kali negara ini berganti pemerintahan dan sudah beberapa kali negara ini berganti rezim. Namun,menuju 76 tahun negara ini merdeka rakyat tetap berada di jurang ketidakpastian dan keresahan serta Kondisi hari ini harus menanggung beban dan kerugian efek dari rezim serampangan.
Perjuangan dan perlawanan untuk perubahan yang lebih baik harus selalu digaungkan oleh mahasiswa dan elemen yang tergerak lainnya karena Indonesia sedang mengalami titik ekonomi terendah, membengkaknya hutang kepada luar negeri, maraknya kasus korupsi, kemajuan dan pemerataan pendidikan yang diabaikan.
Selain itu, jaminan HAM yang lemah dan penyempitan ruang demokrasi, kebijakan atau regulasi yang tidak memihak kepada kepentingan dan keresahan rakyat, kebijakan semu dan abu-abu dalam penangangan pandemi Covid-19 sehingga banyak korban bertebaran dan banyaknya kerugian terutama dampaknya terhadap ekonomi masyarakat yang turun drastis.
Dampaknya rezim hari ini lupa bahwa kedaulatan ada di tangan rakyat dan pemerintah hadir untuk menjaga keselamatan, menjamin kesejahteraan dan kebutuhan serta kepentingan rakyat.
Atas dasar itu, sejumlah mahasiswa mengatasnamakan Poros Revolusi Mahasiswa Bandung bergerak turun aksi.
Aksi digelar sejumlah mahasiswa pada Kamis (11/08/21) di Gedung Sate Bandung itu menyerukan perlawanan atas ketidakadilan dan keserampangan rezim.
“Jadi, kami disini menyampaikan keresahan dan kekecewaan kepada pemerintah hari ini dalam propaganda dan agitasi di jalanan untuk menegaskan kepada penguasa saat ini bahwa Negara adalah ungkapan roh obyektif yang merupakan cerminan dari kehendak pikiran dan hasrat rakyatnya,”tegas Ilyas selaku Koordinator Aksi kepada media di lokasi unjuk rasa Gedung Sate Bandung. (JER/BC)




No comment