B-CHANNEL, CIJERUK– Pemerintah Kecamatan Cijeruk melalui Kasi Pelayanan menyelenggarakan pelatihan dan pembinaan kepada para kader Tim Penggerak Pemberdayaan Kesehjateraan Keluarga (TP PKK) yang ada di wilayah Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.
Kegiatan yang diselenggarakan di Desa Palasari itu bertujuan untuk memberi pengetahuan kepada kader TP PKK, terutama menyangkut tugas dan tanggung jawab kader sebagai pengurus pokja.
“Masing – masing pengurus PKK Desa itu harus paham akan tugasnya sebagai pengurus pokja. Makanya kita kasih pembinaan,” kata Kasi Pelayanan Kecamatan Cijeruk, Emil kemarin.
Dikatakannya, penyelenggaraan kegiatan kader tersebut harus didukung oleh mereka yang sukarela mau membantu dan mengembangkan desa, agar nantinya bisa mengetahui tentang apa itu PKK.
“Dengan diberikan pembinaan administrasi PKK oleh kita, diharapkan para kader tau apa itu PKK. Kemudian fungsinya untuk apa dan manfaat buat masyarakat juga seperti apa nantinya. Pemahaman inilah yang kita berikan kepada mereka,” ujarnya.
Dalam kegiatan PKK, sambungnya, ada sejumlah program – program yang harus dilaksanakan sesuai susunan kepengurusannya. Tapi yang terpenting, bagaimana masyarakat bisa merasakan manfaatnya.
“Di kepengurusan PKK kan ada Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Pokja – Pokja yang masing – masing memiliki program kegiatannya. Misal Pokja 1 tugasnya membawahi pengamanan pancasila, kegiatannya berarti mengadakan pengajian desa serta majelis taklim. Terus Pokja 2 membidangi pendidikan PAUD dan Bidang Keluarga Balita (BKB), inilah yang kita bina ke pengurus PKK Desa,” bebernya.
Ia meminta, dengan diberikan pembinaan setiap kader TP PKK di kewilayahannya, harus dapat meningkatkan peran dan fungsinya dalam memberdayakan dan mensejahterakan keluarga, termasuk
bersinergi dan aktif hingga lini bawah.
Hal itu dimaksudkan supaya setiap ada persoalan dibawah bisa diketahui dan segera ditangani. Apalagi soal masalah stunting atau penderita giji buruk.
“Kita berharap, semua kader berperan aktif agar setiap persoalan yang terjadi dilapangan bisa diketahui. Janhan sampai kita kecolongan tidak mengetahui kondisi masyarakatnya. Mengingat, saat ini khususnya masalah stunting kadang kala tidak terpantau,”ungkapnya.
Stunting sendiri, kata Emil merupakan masalah giji buruk pada balita yang mengakibatkan tubuh jadi kerdil. Dimana terjadi sejak dalam kandungan dan hal ini sudah menjadi isu nasional. (Risky/bc)




No comment