Jalan Raya Tajur Makin Krodit, Warga Keluhkan Mal Boxies, Ini Solusi Jangka Pendek Dedie Rachim Atasi Kemacetan

IMG 20200113 113728

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Keberadaan mal Boxies 123, yang berdiri megah dan baru diresmikan Walikota Bogor Bima Arya beberapa hari kemarin, menuai keluhan dari masyarakat, terlebih pengguna Jalan Raya Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor. Sebab, adanya mal di kawasan industri tersebut menambah titik kemacetan jalur protokol Kota Bogor, terlebih dihari libur. Itu terbukti, setelah mal dibuka pada Sabtu (11/01/20) lalu, kemacetan di Jalan Raya Tajur mengalami krodit.

Kondisi kemacetan yang tak biasa usai beroperasinya mal dengan konsep outdor uoutbond, mendapat reaksi beragam komentar dari masyarakat Tajur dan pengguna jalan raya.

Aduh, jangan kan mobil bang, motor saja susah lewat karena tersendat dan merayap,”kata Rifal salah seorang pengguna kendaraan.

Sementara Rosandi, warga Biotrop Tajur, mengaku hanya bisa menghela nafas ketika melihat kondisi jalan Tajur semakin semrawut ketika melihat kemacetan jalan hingga krodit.

Sebagai penduduk kaya saya hanya bisa menghela nafas saja dengan kemacetan ini, kalo di bilang menganggu dan merugikan ya, sangat. Berangkat kerja macet, pulang kerja badan sudah cape, di tambah lagi harus cape menghadapi kemacetan, ini akibat dibangunnya mal baru,” ungkap Rosandi.

Ungkapan sama dikeluhkan Adrian, ia meminta agar akses untuk parkir diperhatikan.

Tolong pikirkan akses parkirnya, masa Ciawi ke Sukasari satu jam.Biasanya saya dari Sukasari ke Ciawi 40 menitan paling lama, eh ini hampir dua jam. Makin kesini makin macet gara-gara ada mal. Kenapa harus ada mal sih, bikin macet,”ungkapnya.

Bahkan Novi seorang Mahasiswi asal Bogor, harus rela memutar melalui jalan alternatif, keluar di Balebinarum.

Baru awal saja sudah bikin macet parah, apakah next bakalan terus macet. Tadi macetnya dari Babadak sampai Galaxi. Mau ke Pakuan hill saja sampe muter belakang, keluar balebinarum, belum lagi nanti Transmart tajur, “Novi dengan nada kesal.

Menanggapi beragam keluhan masyarakat soal mal Boxies yang menjadi salah satu penyebab kemacetan jalan Tajur, Wakil Walikota Bogor Dedie Rachim buka suara. Dedie mengatakan, salah satu alternatif yang komprehensif dan tuntas adalah menyelesaikan Bogor Regional Ring Road (R3) dari Parung Banteng sampai dengan Wangun.

Saya sempat diskusikan dengan pimpinan dewan agar dapat menjadi perhatian bersama mengingat kebutuhan anggaran yang cukup besar untuk pembebasan lahan maupun pembangunannya. Kita upayakan tahun 2021 sudah masuk prioritas untuk mulai lagi dianggarkan,”kata mantan pejabat KPK itu, kepada bogorchannel.id, Senin (13/01/20).

Untuk jangka pendek, lanjut Dedie, Pemkot akan megevaluasi alur kendaraan keluar masuk, shelter dan seluruh aspek terkait di lokasi tersebut. Termasuk ada 5 jalur angkot kabupaten yang masuk Kota Bogor lewat jalan Raya Tajur.

Timbulnya dampak kemacetan dengan adanya mal tersebut, kata Dedie harus dicarikan solusi jangka pendeknya.

Yang penting tidak ada yang dikorbankan. Positifnya buat Kota Bogor yang tidak punya pendapatan dari sektor industri ya dari sektor perdagangan. Kecuali Bogor lahannya luas sehingga ada penghasilan pajak lain seperti BPHTB dan lain-lain. PAD Kota Bogor kan yang utama hanya dari perdagangan, jasa dan pajak saja,”tukas Dedie.

Reporter: Risky/dr/bc)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *