B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kota Bogor, mengadakan kegiatan spesial dan menarik yakni ‘Festival Olahan Pangan Lokal berbasis Kacang Koro se- Kota Bogor’.
Kegiatan Festival Kacang Koro yang berlangsung di Bubulak Tepi Sawah, Jalan Cifor, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor pada Jumat 1 April 2022, dihadiri Walikota Bogor Bima Arya dan dibuka langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki didampingi beberapa pejabat Kemenkop UKM RI diantaranya Deputi Perkoperasian Achmad Zabadi, dan Asdep Pembiayaan dan Investasi IKM Temmy Satya Permana
Dalam sambutannya, Walikota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Pandemi Covid-19 yg berdampak terhadap semua sektor, khususnya pelaku UMKM, membuat perlunya inovasi dan kreatifitas dari para pelaku UMKM itu sendiri, untuk segera pulih dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Apalagi Kota Bogor yang memang sebagai kota perdagangan dan jasa, yang hampir 60% dari 68 ribu pelaku UMKM bergerak di sektor kuliner.
Lebih lanjut Walikota Bogor mengapresiasi inisiatif dari Koperasi BUMR Paramasera , sebuah Koperasi di Kota Bogor, yang menginisiasi role model Kacang Koro sebagai bahan pangan alternatif pengganti kacang kedelai yg merupakan bahan baku pembuatan Tempe. Dan berharap kegiatan ini bisa terus dikembangkan dengan kolaborasi berbagai pihak.
Sementara, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bogor. Teten mengatakan kegiatan ini akan sangat berdampak besar dan positif. Karena selama ini memang harus diakui bahwa kacang kedelai sbg bahan baku pembuatan Tempe itu hampir 90% didatangkan dari Impor.

“Pemerintah sedang gencar berupaya untuk mengurangi ketergantungan dari komoditi Impor, untuk mengganti dengan komoditi pangan lokal , salah satunya adalah Kacang Koro yg diharapkan bisa men-substitusi kebutuhan akan kedelai,”harap Teten.
Tambah Teten mengungkapkan, bahwa Menkop UKM RI tidak menyangka, di Kota Bogor penuh dengan inovasi-inobasi dan kreatifitas dari para pelaku UMKM khususnya kuliner, sehingga hilirisasi ini diharapkan bisa menjadi role model bahwa ternyata kacang koro tidak hanya dapat dijadikan tempe saja, tapi juga bisa dijadikan beragam menu olahan yg enak dan bergizi.
Ditempat yang sama, Ganjar Gunawan Kepala Dinas KOP UKM Dagin Kota Bogor ditemui di lokasi , menjelaskan, bahwa dalam Festival Kacang Koro, pihaknya menghadirkan kurang lebih 100 ragam menu hasil olahan Kacang Koro yang dimasak oleh pengurus TP PKK Kelurahan se-Kota Bogor dan para pelaku UMKM yang penjuriannya dinilai oleh tim gabungan dari PKK Kota Bogor, DinKUKMDagin, Asosiasi Cheff Indonesia cab Bogor, dan PHRI.
Gandjar juga menjelaskan, bahwa Kota Bogor dengan keterbatasan lahan yang ada memang lebih strategis untuk mengembangkan inovasi di sektor Hilir daripada di sektor Hulu, termasuk inovasi terkait Kacang Koro sebagai bahan pangan alternatif pengganti kedelai saat ini dan di masa depan.
“Jadi, DinKUKMDagin akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi di Kota Bogor, dan sangat mendukung Kota Bogor sebagai “Center of Excelent†role model pengembangan kacang koro yg terbukti bisa dikolaborasi kedalam berbagai menu olahan makanan, tidak hanya kacangnya, tempenya, tepung kacang koro, tapi juga susu kacang Koro , dan kulit kacang koro,”tutup Gandjar. (ER/BC)




No comment