DPK GMNI FH Unpak Ancam Demo Tolak Rancangan RUU Omnibuslaw


0Shares

B-CHANNEL, KOTA BoGOR– Dewan Pengurus Komisariat GMNI Fakultas Hukum Unpak Bogor terus serukan penolakan dan gagalkan rancangan Undang undang omnibus law yang dibuat secara sembunyi-sembunyi tanpa dipublikasi. Pembuatan RUU Omnibus Law ini termasuk perbuatan melawan hukum dan tidak taat prosedur.

Komisaris DPK GMNI FH Unpak Bogor Aditya Pratama menyatakan, bahwa hasil kajian bersama oleh  GMNI  FH Unpak menuding bahwa omnibuslaw ini adalah suatu cara pemerintah untuk menarik investasi asing dengan menumbalkan banyak sektor sektor penting dalam bangsa ini, dan bersifat tumpang tindih.

Beberapa sektor yang memang menjadi alasan penting dalam penolakan omnibus law ini yaitu sektor Ketenagakerjaan, pendidikan, agraria dan lingkungan yang tidak sama sekali berpihak kepada masyarakat.

Dalam sektor ketenagakerjaan ada beberapa yang kita soroti seperti penghapusan upah layak, upah dibayar perjam, mengadopsi sistem gampang pecat, menghapus batasan waktu kerja kontrak,”kata Aditya, kepada BogorChannel, Rabu (25/03/20).

Selain sektor tadi, sektor pendidikan dalam hal ini subsidi anggaran pendidikan juga semakin rendah, tergerusnya peran negara dalam melaksanakan pendidikan dan dalam sektor agraria dan lingkungan pun mempermudah pintu masuk investasi asing dengan penghapusan AMDAL.

Tidak ada sanksi atas kerusakan atau kebakaran hutan dan lainnya. Ini hanya beberapa alasan yang saya dan kawan kawan paparkan dalam penolakan omnibuslaw ini,”jelasnya.

Banyak wewenang pemerintah daerah yang diambil oleh pemerintah pusat, akan membuat investor makin mudah mendaftarkan izin usaha.

Ketika omnibus law ini disahkan maka penjajahan baru oleh investasi asing l terhadap masyarakat diatas tanah bangsanya sendiri, dijajah di negara yang merdeka dan omnibuslaw ini mengantarkan kedepan pintu kehancuran. DPK GMNI FH Unpak mengancam akan terus melakukan aksi penolakan dalam berbagai cara hingga tuntutan mereka dipenuhi,”tegasnya. (*bc)

0Shares

Bogor Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *