Dibalik Penundaan Relokasi PKL ada Mahar itu Hoax, Pedagang Bantah Isu Beredar


0Shares

B-CHANNEL, KOTA BOGORPedagang kaki lima (PKL) kawasan Lawang Saketeng- Pedati diterpa isu miring. Mereka telah dituding dimintai mahar oleh oknum anggota dewan DPRD Kota Bogor. Hal itu menyusul ditundanya relokasi PKL oleh Pemkot Bogor atas rekomendasi yang dikeluarkan DPRD Kota Bogor beberapa waktu yang lalu.

Adanya informasi tak sedap, Paguyuban PKL Lawang Saketeng-Pedati angkat bicara, dan membantah adanya kabar tersebut.

Kami tegaskan, tidak ada pemberiaan uang apapun baik kepada DPRD, Pemkot Bogor maupun pihak lainnya. Informasi yang beredar bahwa ada oknum anggota DPRD melakukan pungutan ke pedagang, hal itu tidak benar dan hoax,”tegas Ketua Paguyuban PKL Ujang Waras, kepada media, Minggu (15/03/20).

Ujang menyebut, para pedagang di Lawang Saketeng dan Pedati telah membuat pernyataan bahwa tidak ada pungutan apapun ke anggota DPRD. Surat penyataan bermaterai itu di tandatangani oleh 696 pedagang.

Semua pedagang sudah menandatangani pernyataan. Pedagang kecewa dan sangat marah dengan beredarnya informasi itu, karena sangat merugikan pedagang,”ungkapnya.

Ujang mengatakan, dalam proses perjuangan pedagang mempertahankan waktu relokasi hingga lebaran, murni menyampaikan aspirasi pedagang ke anggota DPRD. Namun dengan beredarnya informasi itu, seolah mengadu domba pedagang dan DPRD, sehingga pedagang menjadi resah.

Pedagang jadi gelisah dengan adanya informasi pungutan oleh oknum anggota dewan itu, padahal info tidak benar. Selain itu, belum ada klarifikasi dari yang menyebarkan informasi tersebut. Walaupun pedagang melalui paguyuban sudah berusaha melakukan klarifikasi atas informasi tidak benar itu,” ujarnya.

Ujang bersama para pedagang menunggu itikad baik dari pihak yang telah menyebarkan informasi tidak benar tersebut.

Kami menunggu sampai hari Selasa, kalau tidak ada itikad baik dari pihak yang menyebarkan informasi tidak benar, kami telah menyiapkan sejumlah langkah hukum lainnya terkait informasi hoax atau tidak benar ini,” tandasnya. (Erry/bc)

0Shares

Sorotan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *