Antisipasi Corona, Unpak Bogor Batasi Kegiatan Belajar Tatap Muka


0Shares

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Surat edaran datang dari pihak Kampus salah satunya Universitas Pakuan Bogor yang membatasi kegiatan belajar para Mahasiswanya dengan jarak jauh tidak bertatap muka.

Rektor Umpak Bogor H. Bibin Rubini menyampaikan, dikeluarkannya surat edaran menyusul informasi mengenai wabah penyakit Corona yang di terbitkan oleh World Health Organization (WHO). Selain surat edaran Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Serta Imbauan Upaya Pencegahan dari Penyebaran Virus Corona yang dipublikasikan Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Pembatasan kegiatan ditetapkan Universitas Pakuan untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona, antara lain kegiatan seminar, lokakarya dan kegiatan lain yang melibatkan pengumpulan massa ditunda sampai wabah corona mereda. Upacara kesadaran nasional sementara ditiadakan.

Jadi tidak ada perubahan kalender akademik. Mahasiswa yang sedang terkena flu diperkenankan untuk tidak mengikuti perkuliahan tatap muka dengan syarat menyampaikan pemberitahuan kepada dosen sebelum perkuliahan. Karyawan dan dosen yang terkena Flu diperkenankan untuk bekerja di rumah dengan syarat menyampaikan pemberitahuan kepada atasan langsung,” ujar Rektor Universitas Pakuan Bogor H Bibin Rubini, dalam surat edaran, disampaikan, Minggu (15/03/20).

Tambah Bibin, penanganan yang dilakukan oleh Unpak Bogor, seluruh Dekan Fakultas harus menyiapkan Hand Santtizer sekurang-kurangnya 2 unit pada setiap lantai gedung yang ada dalam pengelolaanya. Selain itu Dekan Fakultas juga membatasi akses keluar masuk gedung dan menyediakan detektor suhu di gerbang masuk setiap gedung Universitas menyiapkan Hand Sanitizer untuk gedung UKM.

Jadi mulai tanggal 16 sampai dengan 28 Maret 2020 tidak ada perkuliahan dengan pembelajaran tatap muka. Alternatif pengganti kegiatan pembelajaran tatap muka Untuk mata kuliah yang sudah daring sejak awal perkuliahan, perkuliahan dilakukan langsung dengan pembelajaran daring. Untuk mata kuliah yang kontraknya nondaring, dosen dipersilakan melaksanakan pembelajaran daring atau dengan mediaainnya sampai dengan Ujian Tengah Semester, dengan terlebih dahulu dilakukan sosialisasi dengan para Komti/Perwakilan Kelas melalui sarana komunikasi yang tersedia,”jelasnya.

Perkuliahan setelah Ujian Tengah Semester, lanjutnya, dilakukan dengan cara petemuan ke 9 dengan tatap muka. Pertemuan ke 10 dengan daring atau media lainnya.

Petemuan ke 11 dengan tatap muka. Petemuan ke 12 dengan daring atau media lainnya. Petemuan ke 13 dengan tatap muka. Petemuan ke 14 dengan daring atau media lainnya. Petemuan ke 15 dengan tatap muka. Ujian Tengah Semester dan Ujian Akhir Semester jika memungkinkan dilakukan secara Take Home. Bimbingan Tugas Akhir sedapat mungkin tidak dengan cara tatap muka,” terang Bibin.

Lanjut Bibin mengatakan, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Unit Penjaminan Mutu Fakultas maupun Unit Penjaminan Mutu Program Studi berkewajiban menjaga kualitas pelaksanaan perkuliahan.

Dosen dan Tenaga Non Edukatif tetap melakukan kegiatan rutin sesuai peraturan kerja yang berlaku hingga ditetapkan kebijakan khusus apabila situasi tidak mendukung untuk kegiatan di kantor. Surat edaran ini kami sampaikan untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya dan akan disesuaikan dengan perkembangan situasi yang ada,”tutup Bibin. (Erry/bc)

Foto: Ist

0Shares

Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *