B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Aparatur wilayah Kecamatan melakukan isolasi wilayah dengan penutupan akses jalur keluar masuk kendaraan tepat Jalan Desa Banjar Waru depan SMPN Ciawi Bogor, hal tersebut dilakukan untuk menghambat penyebaran pendemi virus Corona di wilayah Ciawi.
Kegiatan dipimpin Camat Ciawi Agus Hasan bersama-sama pihak Kepolisian Ciawi, Babinsa dan Dinas Perhubungan disaksikan sejumlah awak media yang tengah meliput. Namun sangat disayangkan, ketika usai pelaksanaan kegiatan, Camat Ciawi menolak untuk diwawancarai Wartawan, terkait kegiatan. Malah, Camat meminta pegawainya untuk tidak masuk ke ruang kerjanya tanpa alasan yang jelas.
“Camat berteriak dengan keras kepada salah satu pegawai kecamatan agar awak media tidak boleh masuk dan mendekat ke salah satu ruangan sambil membanting pintu, kejadian itu terjadi di depan orang banyak, jujur saya dan rekan yang lain kaget dengan tingkah camat yang kita nilai arogan. Seharusnya seorang Camat tidak melakukan hal itu, karna menurut saya, dia orang berpendidikan harus nya bisa pake etika dan elegan kalau tidak mau di wawancarai tapi malah sebalik nya sikap nya seperti kaum barbar yang tidak memiliki adab dan tidak perpendidikan,”ungkap Eko salah seorang wartawan media elektronik diamini Risky wartawan online Bogor, Kamis (02/04/20).
Menurut mereka, Camat sejak awal sudah menghindar dari dari wartawan, bahkan masih dalam kegiatan berlangsung.
“Setelah selesai mendokumentasi gambar rencana penutupan jalan dan akan lanjut mewancarai, Camat Ciawi menghindar dan kembali lagi ke kantor Kecataman Ciawi. Saya beserta awak media lain mencoba untuk mewawancarai Camat dan mencoba mendatangi kantor Kecamatan Ciawi, namun tetap menolak. Kejadian seperti ini bukan kali pertama, pernah terjadi, saat camat di demo oleh warganya karena memang dianggap arogan, “tukasnya. (Risky/bc)




No comment