Bantuan Aspirasi Warga Mandek, ASW Bakal Dorong dan Lakukan Komunikasi Ke Walikota

IMG 20190331 192003

B-CHANNEL, KOTA BOGOR– Belum teralisasinya bantuan aspirasi yang diajukan warga baik melalui anggota dewan maupun pemerintah daerah dibidang sosial, infrastuktur dan sarana prasarana tempat ibadah, warga Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor kembali mengeluh.

Keluhan disampaikan warga saat digelar pertemuan silaturahmi bersama Calon Legislatif (Caleg) DPR RI nomor urut 4 Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bogor- Kabupaten Cianjur H Andi Surya Wijaya (ASW).

Ustad Kosim salah seorang tokoh agama mengaku, ada beberapa usulan masyarakat yang hingga saat ini belum teralisasi. Salah satunya, bantuan untuk pembangunan majelis taklim. Padahal, usulan sudah jauh hari diserahkan.

“Untuk majelis sebetulnya sudah dari 2017 sudah diajukan, malah sudah sampai dua kali diajukan. Terakhir yang tahun 2018 ini, pengajuan diajukan melalui aspirasi dewan. Info terakhir proposalnya ya sudah ada di meja pak wali kota, bersamaam dengan proposal aspirasi lainnya, katanya tinggal tanda tangan walikota saja, namun sampai sekarang belum juga di tanda tangan. Infonya itu. Jadi saya minta Pak Andi Surya untuk mendorong, supaya proposal pengajuan untuk majelis kami ini segera dicairkan, mengingat untuk kepentingam warga,”ungkap Ustad juga Pimpinan Majelis Matahul Anwar.

Ustad Kosim juga menyinggung perihal gaji guru ngaji yang diterima pemerintah sangat kecil. Dan itu pun minta didorong dan diperjuangkan, agar guru ngaji bisa lebih layak.

Selain itu, tokoh Pemuda dilingkungan RW 06, Asep Dono, berharap ada titik pencerahan setelah pertemuan bersama wakil rakyat Andi Surya. Diwilayah warga RW 06 misalnya, seperti bantuan pembangunan jalan lingkungan yang berada di RT 03, Kampung Nanggerang. Ada akses jalan warga yang sulit dilalui oleh sepeda motor. Akses itu karena adanya dampak dari penutupan perumahan Kebun Raya yang kini di portal.

“Jadi kalau jam 10 malam itu pak, warga di kami khususnya RT 03, sudah tidak bisa lagi masuk ke area perumahan untuk tembus ke jalan raya, adapun akses jalan satu-satunya, tapi tidak bisa dilalui motor. Warga khawatir, jika malam hari ada yang sakit atau situasi darurat lainnya, tidak bisa tertangani dengan cepat, karena akses tadi. Saya mewakili warga berharap ada yang bantu pembangunan jalan untuk akses warga, mudah-mudahan bapak bisa bantu,”pinta Asep.

Lain hal dengan Asep, tokoh pemuda RW 04, meminta adanya percepatan proses aspirasi warga. Seperti Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sudah diajukan ditahun ini. Selama ini, kata Topik, warga untuk pembangunan selama ini hanya dengan swadaya dan gotong royong. Adapun diluar dari bantuan program pemerintah, ada harapan warga agar diwujudkannya sarana olahraga multi fungsi.

Senada tokoh pemuda RW 07, menyampaikan aspirasi agar bisa direalisasikan bantuan untuk keranda mayit.

“Keranda mayit ini penting, tapi belum ada yang bisa membantu pak. Dulu ada beberapa anggota dewan yang berjanji akan memberi bantuan keranda mayit, namun sampai saat ini tidak berlanjut bantuannya,”kata Iwan.

Untuk kali pertama, H Andi Surya Wijaya bekesempatan hadir ditengah-tengah warga lingkungan RW 04, Kelurahan Rangga Mekar, dalam rangka kunjungan politiknya di penghujung Pemilu.

Menanggapi aspirasi, Andi Surya akan mendorong semua aspirasi yang sudah diajukan ke pemerintah Kota Bogor melalui spirasi anggota dewan di Dapil Selatan.

“Nanti saya coba akan dorong semua aspirasi. Aspirasi yang sudah masuk melalui pengajuan. Apalagi pengajuannya sudah ada diatas meja walikota san tinggal ditandatangi. Insha allah saya akan sampaikan. Saya itu dengan pak Bima bersahabat baik, dan sama sama memiliki sejarah. Nanti saya coba komunikasikan, termasuk aspirasi RTLH, dan pembangunan jalan lingkungan untuk akses warga.

“Meski semua aspirasi berproses, mudah-mudahan dari semua aspirasi diwaktu dekat ini ada satu aspirasi lainnya yang bisa saya perjuangkan. Saya minta warga bersabar. Aspirasi ini semua saya akan catat. Mudah-mudahan jelas,” kata ASW.

Dalam pertemuan, ASW mengingatkan untuk tidak salah memilih pemimpin. Memilih pemimpin itu harus yang memiliki track record yang baik, dan tentu amanah.

“Bukan berarti saya paling baik ya, tetapi memilih pemimpin memang harus tau latar belakang. Alhamdulillah saya dua periode di Bogor Timur-Tengah suara saya terbanyak. Artinya masyarakat percaya. Dan kepercayaan itu saya jaga betul. Intinya saya bekerja buat masyarakat sesuai tugas dan fungsi legislatif. Saya merasa saya sudah bekerja baik untuk Kota Bogor,” kata ASW yang Wasekjen DPP PPP.

Menurut ASW, anggaran untuk Kota Bogor itu minim, sedangkan kebutuhan masyarakat banyak dan terus bertambah. Tidak sedikit wakil rakyat yang sudah duduk di DPR RI bisa menggelontorkan anggaran untuk daerahnya, terlebih Kota Bogor, karena wakil rakyatnya bukan berasal dari Kota Bogor.

“Makanya, kalau allah takdirkan saya duduk di DPR RI, saya akan perjuangkan itu anggaran dari pusat untuk saya bawa ke Kota Bogor. Supaya anggaran untuk prmbangunan di Kota Bogor bisa dirasakan langsung masyarakat, “pungkasnya. (dr/bc)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *