BOGORCHANNEL.ID-Â Ketua Fraksi DPRD Kota Bogor dari PDI Perjuangan Atty Somaddikarya kembali meradang, lantaran adanya keluhan warga di Dapilnya menurun pendapatannya, hal itu dampak akibat rekayasa lalulintas sejak ditutupnya jalan Jembatan Otista pada 4 Mei 2023 lalu.
Rekayasa lalin tersebut juga berimbas ditutupnya akses Jalan Roda menuju Gang Aut, padahal ruas jalan tersebut penuh dengan aktivitas perdagangan.
Seharusnya, menurut Atty, akses jalan kecil dari jalan besar dipermudah dan dimaksimalkan terlebih di jalur-jalur yang padat akan kegiatan perekonomian.
Atty mengatakan, banyak warganya mengeluh karena omsetnya menurun, paska penutupan. Oleh karenanya, mereka meminta jalan yang ditutup (Gang aut) dibuka untuk motor. Sebab pengguna sepeda motor yang hilir mudik dari pasar terpaksa harus berjalan kaki karena ditutup aksesnya.
“Saya meminta akses jalan dibuka untuk pengguna sepeda motor saja, agar kegiatan perekonomian warga yang ada di area tersebut tidak menurun. Dibuka aja untuk motor. Jangan sampai terindikasi bayar lalu dibuka sama yang jaga. Kasihan orang berjualan, belanja, harus nyeberang dan parkir motor dulu. Sayang waktu dan tenaganya,”ungkap Atty, Senin (15/05/23).
*Water Barrier Dibuka Untuk Akses Sepeda Motor*
Menindaklanjuti keluhan para pelaku usaha yang mengalami penurunan omset secara signifikan sejak beberapa pekan terakhir, akibat rekayasa lalulintas, Atty Somaddikarya bersama warga setempat meminta kepada petugas Dinas Perhubungan Kota Bogor yang berjaga di area tersebut untuk dibuka.
“Menyampaikan aspirasi, dimana menjadi keluhan warga dan para pelaku usaha, terlebih, jika ada kendaraan darurat seperti ambulans dari arah suryakencana dan jalan roda menuju RS Vania juga mungkin sedikit terhambat. Bukan untuk kepentingan pribadi, tapi untuk peningkatan perekonomian di area tersebut,” beber dia.
Selain itu, ia meminta agar penjagaan dari Pemkot Bogor dan Polresta Bogor Kota untuk tetap standby di lokasi, sebab dikhawatirkan adanya kecelakaan dan para pengendara sepeda motor yang melawan arus.
“Petugas tetap harus siaga dan berjaga, berdayakan juga warga setempat untuk membantu, semuanya harus terlibat dalam membangun Kota Bogor. Jangan sampai ada yang dirugikan dengan dalih pembangunan,” pungkas Atty. (**)
Gambar: IST



