Asah Bakat Lewat Gebyar, Puluhan ABK Unjuk Gigi


B-CHANNEL, KOTA BOGOR- “Anak Istimewa Ceria, Cerdas, Kreatif dan Berkarakter jadi tema acara gebyar anak istimewa Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bogor. Bertempat di Aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor nampak terlihat puluhan anak Berkebutuhan Khusus (ABK) unjuk gigi dan berkreasi diatas stage panggung mini. Mereka tampil dengan riang gembira, yang mana stiap anak memperlihatkan bakat seninya dihadapan guru pendamping, orangtua dan para dewan guru.

Dalam kegiatan, ada sebanyak 76 siswa yang mengikuti acara gebyar tersebut, mereka berasal dari sekolah-sekolah penyelenggaraan inklusi di Kota Bogor, di antaranya SDN Perwira, SDN Batutulis 2, SDN Cibuluh 1 dan SD Adven.

Kepala Seksi Kurikulum, Yayah Komariah, mengatakan, kegiatan gebyar bertujuan untuk menumbuh kembangkan bakat bagi anak berkebutuhan khusus karena mereka juga memiliki hak yang sama seperti anak-anak lain seusianya.

Kata Dia, anak-anak istimewa tidak boleh dibedakan bahwa mereka juga memiliki hak yang sama. Hak hidup, hak tumbuh kembang, hak perlindungan, dan sekarang mereka laksanakan adalah hak partisipasinya bersama kita untuk mengembangkan bakat minatnya.

Dia menyakini dengan semua memberikan semangat dan motivasi kepada mereka, anak-anak berkebutuhan khusus ini akan menjadi anak-anak hebat dan sebagai penerus bangsa bisa menjadi pemimpin yang hebat pula kelak.

Dalam acara tersebut, anak-anak mendapatkan pembelajaran tentang filosofi air sebagai sumber kehidupan manusia. Masih dalam rangkaian gebyar, kegiatan diisi dengan pertunjukan tarian kreasi, karya lukis dan alat musik angklung yang dibawakan anak-anak berkebutuhan khusus.

Kepala Disdik Kota Bogor, Fahrudin menambahkan, bahwa, Pemerintah Kota Bogor telah menetapkan untuk jenjang pendidikan SD dan SMP umum di Kota Bogor wajib menerima anak berkebutuhan khusus di setiap sekolah, untuk pembelajaran mereka ada yang namanya guru pendamping.

“Jadi acara ini sebagai panggung mereka untuk tampil. Ini dilaksanakan setahun sekali, tapi sekarang akan kita ubah sehingga tiga bulan sekali. Dengan begitu, Disdik mudah untuk mengontrolnya, sejauh mana perkembangan dan pendidikan dari anak-anak istimewa,” tandasnya. (Er/bc)

Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *