Aksi Damai Tolak Intoleran di Kota Bogor


B-CHANNEL, KOTA BOGOR – Puluhan mahasiswa Bogor dan Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Bogor menggelar aksi damai, mereka menolak adanya seruan soal intoleran di Kota Bogor. Aksi damai tersebut berlangsung di Plaza Balai Kota Bogor, Jumat (01/01/19).

Sebelumnya, seruan adanya penolakan dari salah satu Ormas Islam Bogor melalui surat edaran tentang imbauanĀ  atau larangan perayaan Imlek dan Cap Go Meh (CGM) 2019 ditujukan kepada Pemerintah Kota Bogor, Tokoh Muslim, dan Seluruh Umat Muslim

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Anto Siburian, Kota Bogor kembali diserang dengan intoleransi umat beragama oleh golongan yang tidak dapat bertanggung jawab sehingga membuat masyarakat resah dan membuat keadaan Kota Bogor menjadi tidak kondusif dengan hadirya forum yang tidak jelas tersebut.

“Masyarakat Indonesia knususnya Kota Bogor, tidak perlu memperhatikan seruan tersebut, karena Indonesia memiliki konstitusi yang jelas dan wajib di patuhi oleh masyarakat Indonesia. Apabila suatu golongan atau kelompok masyarakat tidak mematuhi konstitusi yang dituangkan dalam Undang Undang, wajib di hukum sesuai dengan perbuatannya,” tegasnya.

Anto pun memaparkan landasan landasan hukum sehingga menegaskan bahwa seruan Forum Muslim Bogor merupakan seruan yang melanggar hukum dan wajib mendapatkan sanksi tegas karena telah membuat masyarakat resah, menekan pemerintah untuk melarang hingga bertindak diskriminatif serta mengajak kepada sikap intoleransi.

Sementara, kedatangan para peserta aksi langsung disambut oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya. Dalam sambutannya, Bima mengatakan, yang paling berharga dan diwariskan oleh para pendahulu adalah kebersamaan dan perstauan serta tidak mudah untuk menjaga itu.

Menurutnya, semua pikiran atau gagasan yang tidak sesuai dengan DNA Kota Bogor tentu tidak layak ada di kota ini, dimana DNA Kota Bogor yakni menggandrungi akan perbedaan dan kebersamaan.

“Jadi kalau ada pihak, kelompok, organisasi, forum atau apapun itu namanya mengancam harta berharga kita yaitu persatuan, hanya ada satu kata yaitu LAWAN. Kita lawan samua pihak yang tidak punya DNA Kota Bogor. Mari kita semua khususnya warga Kota Bogor untuk bersama sama mengawal CGM sebagai simbol persatuan dan kebudayaan,” tutupnya.

Reporter: Erry Novriansyah

 

Peristiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *